Archive for September, 2011

September 17, 2011

Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana

Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana

Kau ini bagaimana, kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya

Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana

Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai

Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana

Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip

Kau tuduh aku kaku

Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh aku maju, aku mau maju kau slimpung kakiku

Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana

Kau suruh aku takwa khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya

Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana

Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat

Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh aku membangun, aku membangun kau merusakkannya

Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana

Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah

Kau  bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana

Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi

Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap huwallahulam bishowab

Kau ini bagaimana

Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku

Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumumu

Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana

Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis

Kau bilang jangan banyak bicara, aku bugkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana

Kau bilang keritiklah, aku keritik kau marah

Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana

Aku bilang terserah kau, kau tidak mau

Aku bilang terserah kita, kau tak suka

Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana

Atau aku harus bagaimana

Gus Mus, 1987 M

Advertisements
September 17, 2011

Website BEM STAN

www.mahasiswastan.com

September 17, 2011

Website Kampus STAN

www.stan.ac.id

September 15, 2011

Orang-orang yang Paling Menginspirasiku

Setiap orang tentu pernah mengenal seseorang di mana orang tersebut sangat memberi pengaruh baginya. Berikut adalah beberapa nama orang-orang yang saya rasa paling memberikan inspirasi dalam hidup saya:

  • My mother
  • Nadzirotul Mufidah
  • Aris Setyawan
  • Hendro Sudjoko
  • Tony Yulianto
  • Meta Khairunnisa
  • Mohammad Taufik Fadli
  • Mustofa
  • Annis Watul Mutiah
September 14, 2011

Dua Perkara Wahai Saudara Seperjuangan

Apakah Saudara seorang mahasiswa? Adakah organisasi yang Saudara ikuti? Ya, mahasiswa dan organisasi mungkin dua hal yang akan selalu berdampingan terlebih untuk para pemuda yang haus akan ilmu, haus akan pengalaman, dan haus akan pergaulan. Saudaraku, bukan barang baru bagi kita jika ada orang yang mengatakan bahwa sebuah organisasi adalah miniatur kecil dari sebuah masyarakat, bangsa, bahkan negara. Di dalam organisasi inilah mahasiswa ditempa dengan berbagai pengalaman yang membuka wawasannya agar ia siap hidup bermasyarakat kelak. Tak terkecuali organisasi yang saya maksud di sini adalah IMMSI (Ikatan Mahasiswa Muslim Akuntansi) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Lalu apa yang seyogyanya kita lakukan agar organisasi ini hidup dan benar-benar mempersiapkan kita, para pemuda menyongsong kehidupan di masa depan? Jawaban yang klasik Saudaraku, yang kita perlukan adalah mengisi organisasi tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat baik untuk pribadi-pribadi dalam organisasi tersebut maupun lingkungan sekitarnya.

Saudaraku, mahasiswa sudah barang tentu memiliki pikiran-pikiran idealis tentang kehidupan yang sedang dan akan dijalaninya. Namun, apakah pikiran idealis tersebut telah terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari? Sudahkah setiap tutur, sikap, dan perilakunya mencerminkan idealisme yang ia dambakan? Tentu saja Engkau sendiri wahai Saudaraku yang mampu menanyakan jawaban atas pertanyaan ini pada hati nurani dan akal pikiranmu.

Saudaraku yang dimuliakan Alloh, ingin rasanya menyampaikan sepotong nasihat kepadamu dua perkara yang memiliki urgensi dalam berorganisai bahkan dalam kehidupan seluruh umat manusia. Kedua perkara tersebut adalah

read more »