2 Dimensi yang Membingungkan

Mungkin dari judul di atas pembaca tidak dapat langsung menerka apa sebenarnya isi dari artikel ini pun dari gambar di samping. Saya sendiri juga asal dalam memilih judul, hehe (gak lucu ya ^^V). Yup, mari saya uraikan maksud dari judul tersebut. Yang saya maksud “2 dimensi” di sini adalah 2 dimensi yang berkaitan dengan penyaluran hobi, yakni antara melukis/ seni gambar dan menulis. Saya sebut “membingugkan” karena memang saya bingung bagaimana agar keduanya bisa berjalan berdampingan dan kesemuanya dapat tersalurkan.

Secara pribadi memang saya lebih menyukai seni lukis/ seni gambar dikarenakan sedari kecil saya memang suka gambar-gambar objek kartun, pemandangan, manusia, dan objek lainnya. Yah, walaupun hasil gambar-gambar saya relatif jelek dan bahkan dari perspektif saya sendiri terlebih lagi hasil karya saya kebanyakan adalah karya plagiat dan merupakan ide orang lain. Amat jarang sekali saya bisa membuat karya dari pemikiran saya sendiri dan yang bisa memuaskan batin saya. Namun, ya namanya juga hobi, mau jelek ataupun tidak, mau diapresiasi orang atau tidak, tetap saja ada kepuasan sendiri di dalam hati. Hal ini semata-mata ada kesenangan karena telah berani mencoba, berani mengekspresikan diri, dan berani menghadapi kenyataan bahwa bakat seni dalam diri saya mungkin adalah kurang. Semua berlanjut, bahkan walaupun saya tidak mengekspresikan secara serius dan menuangkannya dalam 2 dimensi yang semestinya, saya tetap melakukan coretan pena, pensil, dan lainnya ke sebuah kertas yang mungkin hanya berupa simbol atau pun berupa coretan-coretan gak jelas kayak benang kusut, hehe. Teknologi telah berubah, untuk mengabadikan sebuah pandangan dalam mata kita tinggal hanya memencet tombol kamera yang bahkan kurang dari sedetik. Ini salah satu juga penyebab kesenangan menuangkan gambar yang saya lihat dengan mata ke dalam gambar 2 dimensi dengan menggunakan tangan ini dan pena ini menjadi sangat jarang saya lakukan. Mungkin dikarenakan untuk melakukan hobi ini diperlukan kesempatan dan waktu yang cukup untuk memperoleh kepuasan maksimal.

Lain halnya dengan problem yang saya persoalkan sebelumnya dikarenakan kurangnya kesempatan. Kebalikannya ini malah ada hobi yang kesepatannya terbuka lebar selebar-lebarnya (lebih lebar dari daun kelor,,eh). Yak, hobi itu adalah menulis. Sama halnya dengan melukis/ menggambar, menulis juga merupakan salah satu mengekspresikan diri kita ke dalam dunia 2 dimensi, bedanya adalah kalau menggambar kita menuangkannya dengan simbol-simbol dan apa yang kita lihat baik sekadar imajinasi maupun alam nyata sedangkan menulis kita juga mengguanakan simbol-simbol namun simbol ini berupa huruf dan juga ekspresi dari perasaan untuk digambarkan baik dalam bentuk diskriptif, naratif, atau pun yang lain. Mungkin permasalahan yang saya alami adalah kurangnya mengasah hobi ini, terlebih lagi untuk menulis tentu diperlukan penguasaan beragam kosa kata agar dapat membuat tulisan menjadi indah dan juga diperlukan kompetensi untuk mengenali dan mempraktikkan beberapa gaya bahasa dan ini semua pastilah diperoleh dari pengalaman membaca dari berbagai sumber. Persoalan ini yang saya maksud, mungkin sejak kanak-kanak saya kurang memiliki hobi membaca dan lebih menyenangi sesuatu yang sifatnya visual dan audio, seperti menonton televisi, mendengarkan cerita, dan lain sebagainya. Namun, ketika mulai menjadi mahasiswa, saya mulai sadar bahwa hobi membaca adalah penting, benar kata pepatah “Buku adalah jendela dunia.” Semenjak itu saya mulai berusaha untuk menggemari membaca namun sampai tulisan ini dibuat mungkin kesenangan tersebut belum ada. Namun demikian, sebenarnya ada juga sedikit kebanggaan ketika kita mampu mengkhatamkan sebuah buku dan dapat pula berbagi ilmu dan cerita kepada orang lain 🙂

Kembali lagi ke hobi menulis. Sebenarnya saya belum memiliki hobi itu, namun kadang-kadang ketika saya sedang baca “galau” secara tidak sadar saya bisa mengeluarkan kata-kata mutiara yang penuh makna (melankolis, red). Meski waktu dan sarana untuk menulis begitu luas kali panjang kali tinggi, hati saya belum begitu tergerak untuk membuat banyak karya, apalagi sebagai mahasiswa saya seharusnya senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan karya ilmiah. Itulah yang saya bingungkan!

Bagi saya yang pasti adalah semangat untuk belajar harus tetap ada, termasuk belajar mencintai hobi membaca dan juga menulis serta mempertahankankecintaan pada menggambar karena dari 2 dimensi pastilah ada dimensi ke-3, ke-4, ke-5, dan seterusnya. “Show must go on”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: