Audit Investigasi

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai audit sektor publik khususnya audit investigasi. Secara umum audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
Sedangkan pengertian audit atau pemeriksaan dalam audit sektor publik sebagaimana tercantum pada UU No.15 Tahun 2004 menyatakan bahwa “Pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen, obyektif, dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Pada intinya kedua pengertian tersebut, pengertian audit baik dalam sektor komersil maupun sektor publik sama-sama menyatakan suatu usaha untuk membandingkan suatu hasil atau fakta dengan standar atau kriteria tertentu dalam usahanya untuk menguji kewajaran atas hasil atau fakta tersebut. Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:
1.    Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti
2.    Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.
3.    Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.
4.    Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.
5.    Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.
6.    Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.

Berdasarkan tujuannya audit sektor publik dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
1.    Audit Keuangan,
2.    Audit Kinerja, dan
3.    Audit dengan Tujuan Tertentu.

Audit dengan Tujuan Tertentu terbagi lagi menjadi Audit Investigasi dan Audit Ketaatan. Pembahasan kita selanjutnya lebih kepada audit investigasi. Terdapat beberapa pengertian audit investigasi, di antaranya:
“Serangkaian kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah).”
“A search for the truth, in the interest of justice and in accordance with specification of law.”
“Kegiatan pemeriksaan dengan lingkup tertentu, periodenya tidak dibatasi, lebih spesifik pada area-area pertanggungjawaban yang diduga mengandung inefisiensi atau indikasi penyalahgunaan wewenang, dengan hasil audit berupa rekomendasi untuk ditindaklanjuti bergantung pada derajat penyimpangan wewenang yang ditemukan.”

Tujuan audit investigasi adalah mengadakan temuan lebih lanjut atas temuan audit sebelumnya, serta melaksanakan audit untuk membuktikan kebenaran berdasarkan pengaduan atau informasi masyarakat. Tanggung jawab pelaksanaan audit investigasi terletak pada lembaga audit atau satuan pngawas. Prosedur atau teknik audit investigasi mengacu pada standar audit serta disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi. Laporan audit investigasi menetapkan siapa yang terlibat atau bertanggung jawab, dan ditandatangani oleh kepala    lembaga/satuan audit. Adapun sumber informasi audit investigasi adalah:
1.    Pengembangan temuan audit sebelumnya,
2.    Adanya pengaduan dari masyarakat,
3.    Adanya permintaan dari dewan komisaris atau DPR untuk melaukan audit, misalnya karena adanya dugaan manajemen/pejabat melakukan penyelewengan.

Program audit untuk audit investigasi umumnya sulit untuk ditetapkan terlebih dahulu atau dibakukan. Kalau audit investigasi yang dilaksanakan merupakan pengembangan    temuan    audit    sebeumnya,    seperti    financial    audit    dan operational audit, auditor dapat menyusun langkah audit yang dilaksanakan
meskipun    terkadang    setelah    dilaksanakan    masih    banyak    mengalami penyesuaian atau perubahan.

Adapun hasil audit investigasi pada umumnya dapat disimpulkan berikut ini:
1.    Apa yang dilaporkan masyarakat tidak terbukti.
2.    Apa yang diadukan terbukti, misalnya terjadi penyimpangan dari suatu
3.    Aturan atau ketentuan yang berlaku, namun tidak merugikan negara atauperusahaan.
4.    Terjadi kerugian bagi perusahaan akibat perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh karyawan.
5.    Terjadi ketekoran/kekurangan kas atau persediaan barang milik negara, dan bendaharawan tidak dapat membuktikan bahwa kekurangan tersebut    diakibatkan    bukan    karena    kesalahan    atau    kelalaian bendaharawan.
6.    Terjadi kerugian negara akibat terjai wanprestasi atau kerugian dari perikatan yang lahir dari undang-undang.
7.    Terjadi kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum dan tindak pidana lainnya.
Laporan audit investigasi bersifat rahasia, terutama apabila laporan tersebut akan diserahkan kepada kejaksaan. Dalam menyusun laporan, auditor tetap menggunakan asas praduga tidak bersalah. Pada umumnya audit investigasi berisi; dasar audit, temuan audit, tindak lanjut dan saran sedangkan laporan audit yang akan diserahkan keada kejaksaan, temuan audit memuat: modus operandi, sebab terjadinya penyimpangan, bukti yang diperoleh dan kerugian yang ditimbulkan.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Audit
http://andri-eko.blogspot.com/2010/07/jenis-jenis-audit-keuangan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: