Archive for April, 2012

April 23, 2012

Tabarruk

Tabarruk (ngalap berkah) berarti meraih berkah, kebaikan, dan kebahagiaan dengan media sesuatu yang diistimewakan Allah. Diistimewakan karena Allah telah sematkan/ alirkan kepadanya keberkahan, yakni energi positif yang dapat mendatangkan keberkahan kepada yang lain, tentu atas izin-Nya.

Syiar-syiar di Tanah Haram seperti Hajar Aswad, Ka’bah, maqam ibrahim, makam Nabi Saw di Madinah, atau masjid-masjid tua, dan karya-karya besar warisan para pewaris Nabi (para ulama saleh dan kekasih Allah), makam mereka, serta petilasan orang-orang saleh, bahkan orang saleh yang masih hidup, adalah sebagian contoh dari sekian “benda-benda” suci penuh berkah yang umumnya ada di sekitar lingkungan kita. Kita dapat bertabarruk dengannya: menziarahi, berzikir dan berdoa, mempelajari, bersilaturahmi dan memohon doa, bertukar pikiran atau konsultasi, menghormati , dan bahkan dengan tulus menciumi, tanpa jatuh pada pengkultusan berlebihan. Satu contoh “ungkapan” bertabarruk, adalah tradisi tabarukan di Jawa atau kalangan muslim lainnya.

Buku ini dengan mudah, otentik, dan logis menunjukkan betapa tabarruk sudah turun temurun dipraktikkan oleh para Nabi, Nabi Saw sendiri, para sahabat, dan orang-orang saleh, dan kemudian memberikan contoh cara-cara tabarruk dari mereka. Hanya pandangan dangkal saja yang menganggap praktik ini bid’ah.

Penulis:

Prof. Shobah Ali Al-Bayati — Terlahir di Irak, tepat di Kota Zakho pada tahun 1953 dari sebuah keluarga penganut Mahzab Syafi’i fanatik. Lulusan Fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab University of Shalahudin, Irbil, Irak (1989).

NB: buku ini tersedia dan dapat dipinjam di Perpustakaan Immsi

Advertisements
April 21, 2012

Salam Terakhir Sherlock Holmes

Sobatku Watson,

Aku menulis surat ini atas kebaikan hati Mr. Moriaty yang bersedia memberiku waktu sejenak sebelum kami membicarakan masalah yang ada di antara kami. Dia telah menceritakan padaku bagaimana caranya sampai dia bisa meloloskan diri dari polisi Inggris dan bagaimana dia tahu di mana kita berada. Aku benar-benar salut atas kemampuannya. Aku merasa gembira, karena sebentar lagi aku akan membebaskan masyarakat kita dari cengkeramannya, walaupun dengan harga yang sangat mahal yang mungkin akan membuat sedih hati teman-temanku, khususnya engkau, sobatku Watson. Tapi, aku kan pernah mengatakan padamu, bahwa karierku sudah mencapai garis akhir, dan aku senang sekali karena dengan cara beginilah karierku berakhir. Perkenankanlah aku mengaku padamu, sebenarnya aku sudah yakin bahwa surat dari Meiringen yang memintamu kembali ke sana itu palsu, tapi aku mendiamkan hal ini supaya kau bisa segera meninggalkanku, karena aku sudah mencium apa yang bakal terjadi di sini. Tolong katakan pada Inspektur Patterson bahwa surat-surat yang diperlukannya sebagai bukti untuk menghukum komplotan ini di pengadilan dapat diambilnya di kotak surat bertanda M, dalam amplop biru dengan tulisan “Moriaty.” Aku sudah mengurus harta milikku sebelum meninggalkan Inggris, dan semuanya kuwariskan pada kakakku Mycroft. Sampaikanlah salamku kepada Mrs. Watson,dan percayalah, kau adalah satu-satunya sobatku yang sejati.

Salamku,

Sherlock Holmes.