Nasihat dari Anak Kecil

Melihat balita yang imut dan lucu tentu bikin gemes bukan? Ya, pada saat itu juga Anda akan reflek mencubit atau sekadar menciuminya. Wajah kita yang semula murung seketika berubah sumringah hanya dengan menatap wajah mereka, belum lagi tingkah laku lucu mereka yang membuat kita tidak bisa menahan tawa. Lihatlah senyum dan tawa mereka, begitu lepas dan ikhlas. Mereka mengajarkan kita tentang keikhlasan. Senyum, tawa, dan kegembiraan mereka benar-benar bersumber dari hati, tidak dibuat-buat dan tidak dipaksakan. Inilah keseimbangan hidup, yang muda membutuhkan yang tua, yang tua pun membutuhkan yang muda, bahkan yang muda dan tua juga membutuhkan anak-anak begitu juga sebaliknya.

Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari berinteraksi dengan anak kecil, baik hanya dengan memerhatikannya atau turut serta bermain bersamanya. Mereka membawa semilir angin segar, mengurangi bahkan menghilangkan stres yang telah membebani hidup kita. Semangat baru seolah muncul kembali dengan hanya melihat wajah polos mereka. Betapa besar anugrah seorang anak bagi manusia. Ia mengingatkan bahwa semasa kecil ketika seumuran dengan mereka, kita memiliki cita-cita yang begitu besar, jadi dokter, pilot, astronot, bahkan jadi presiden. Ya, mereka adalah para pemimpi yang disertai semangat besar dan selalu positive thinking. Begitu beraninya mencanangkan impian-impian besar, tidak seperti kita saat ini yang penuh perhitungan dan keragu-raguan. Bukan berarti salah bersikap demikian, namun lihatlah kembali anak kecil itu, bermimpilah besar maka suatu saat nanti Anda akan menjadi seorang yang besar. Mimpi yang besar sudah barang tentu harus dibarengi dengan kemauan dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya, tanpanya ia hanya akan mimpi belaka dan kita hanya akan menjadi seorang pemimpi. Maka tirulah semangat anak kecil itu, memiliki keinginan kuat meskipun berkali-kali dilarang dan berkali-kali pula menangis. Ketika mereka belajar menaiki sepeda maka mereka akan terjatuh sampai beberapa kali, namun hal itu tidak membuanya patah semangat malah mereka akan mencoba dan terus berusaha sampai akhirnya bisa tersenyum dan tertawa di atas sepeda yang mereka kendarai.

Perhatikanlah mereka, anak-anak kecil itu ketika tengah bermain bersama teman-temannya. Mereka bermain riang gembira, lari sana-lari sini tanpa mengenal capek. Suatu ketika mereka berebut sesuatu atau salah satu mereka memperolok yang lain maka saat itulah terjadi pertengkaran dan kemudian diakhiri dengan tangisan salah satu di antaranya dan seringkali keduanya menangis bersamaan. Namun kemudian, apa yang terjadi? Apakah mereka menyimpan dendam dan kemudian tidak mau bermain bersama lagi? Tidak, mereka begitu mudah memberi maaf kepada temannya dan tidak menyimpan dendam sedikit pun, selanjutnya mereka bermain bersama lagi, bercanda tawa kembali. Begitu mulia nasihat yang disampaikan melalui anak kecil itu, nasihat untuk menjadi seorang pemaaf. Sungguh sifat pemaaf itu mulai hilang seiring dengan bertambahnya umur. Kita seringkali menyimpan dendam, dengki, dan memupuk benih-benih permusuhan di antara sesama. Apakah itu mendatangkan manfaat bagi kehidupan kita? Tidak sama sekali. Makin sering kita marah dan menyimpan dendam akan membuat hidup kita tidak tenang, raut wajah kita akan mudah mengkerut, bahkan bisa memicu penyakit stroke. Lihatlah lagi anak kecil itu dan kembalikan jiwa pemaaf ke dalam diri Anda.

Begitu banyak hal penting dalam menjalani hidup ini yang telah kita lupakan begitu saja dan kemudian muncul kembali sebagai sebuah nasihat melalui anak-anak kecil. Kepolosan dan kemurahan hati mereka benar-benar melukiskan senyum simpul di wajah kita ketika melihat mereka. Terlepas dari kadangkala kita dibuat jengkel dan merasa marah kepada mereka. Tentunya Anda tahu bahwa mereka juga tidak ingin membuat Anda marah. Yang mereka harapkan adalah kasih sayang dan pengertian dari Anda. Maka dari itu sayangilah mereka, sayangilah anak-anak Anda, dan anak-anak lainnya di bumi tercinta ini. Mereka membutuhkan kita, namun kita juga tidak kalah membutuhkan mereka. =) -mascah-

12 Comments to “Nasihat dari Anak Kecil”

  1. iya setujuu.. anak kecil emang msh alami banget
    paling suka liat mata jernihnya 🙂
    btw mas, boleh follow twitter?

  2. iyaa… tp kadang nyebelin juga,,wkwk
    boleh2 silakan.. 🙂

  3. yang jelas ucapan polos dan senyum lugu mereka yang kadang buat kita geli pingin nyubit. 😉

    kunjungan sore mas, salam kenal dari idah. . . ^_*

  4. anak kecil adalah guru terjujur yg harus kita teladani,, 🙂

  5. wah iya tuh,, suka lucu kalo liat anak kecil 😀 ijin donlot davinci code-nya yahhhh

  6. tak pernah bosen kalo tentang anak kecil,kecuali kalo udah mulai belajar nakal dari temennya,..duuu,nyebelin :mrgreen:

  7. Saya paling nggak bisa lihat anak kecil. Lngsung pengen gendong dia. 😀
    Anak kecil mempunyai raut wajah yang tidak menipu,, ga kayak kitaaa…. haha :O

Leave a Reply to Idah Ceris Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: