Danau Maninjau

Akhir tahun 2015 sudah semacam kerja rodi di kantor, hehe. Maka dari itu beberapa pegawai dan keluarga, termasuk saya yang belum berkeluarga :mrgreen: mengagendakan jalan-jalan ke luar kota di tahun baru. Tujuan kami kali ini adalah Danau Maninjau, Agam.

Kalau ditotal jumlah pasukan ada sekitar 20 orang, termasuk anak-anak. Berangkat pakai 4 mobil, salah satunya mobil kantor. Nah, mobil kantor ini yang selalu ketinggalan dalam perjalanan, karena saya yang nyetir :3. Terus terang baru kali ini nyetir jarak jauh, paling banter 1 jam perjalanan, ini 3 jam lebih :O.

Kami berangkat dari kantor sebelum sholat Jum’at, kira-kira pukul 10.00 pagi. Untuk itu kami singgah dulu di Mesjid sebelah Stasiun Pariaman untuk melaksanakan sholat jum’at sebelum melanjutkan perjalanan. Sudah siang pasti laper dongs. Kami makan dulu di Pantai Pariaman. Oya, Pantai Pariaman ini berdekatan dengan Stasiun Pariaman, tinggal jalan kaki aja. Kalau pengen ke Pantai Pariaman dari Padang juga bisa menggunakan kereta, hanya 4.000 rupiah 😀 #belum pernah nyoba sih. Sepertinya rame terus, hehe. Padang-Pariaman kira 1,5 jam. Naik motor juga asik (kalo ini pernah).

Yap, perjalanan dilanjutkan sambil menahan kantuk, kekenyangan habis makan, haha. Untungnya jalan yang kami lalui tidak banyak jalan menanjaknya. Kurang pede kalau ketemu jalan menanjak XD. Setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebelum sampai di tempat penginapan sudah disuguhkan pemandangan alam danau maninjau. Exciting pokoknya.

Ini nih pemandangan sore hari di Danau Maninjau.

Jpeg

Habis beres-beres masukin barang bawaan ke kamar, pasukan langsung menyiapkan persejataannya, alat pancing 😀 Kalau saya mah nebeng aja, lha wong emang gak hobi mancing, haha. Saya mancingnya cuma pakai senar dan kail pinjaman, alhamdulillah dapet rezeki 1 ikan di malam itu :3. Dilanjut pesta duren yang bikin mabok, wekekeke.

Malam itu kami agak kesulitan mau membeli makanan, sekitar penginapan jarang ada warung, di penginapan pun tidak ada restorannya, hanya disediakan makan pagi. Alhasil baru dapat makan hampir jam 9 malam. Kasian adek-adek baru makan jam segitu 😦 .

Yang hobi mancing lanjut nongkrong sampai pagi karena malam itu panen ikan, banyak ikan yang makan umpannya. Kalau saya berhubung lelah dan gak hobi mancing tidur biar besok pas nyetir gak ngantuk, hehe.

Pagi harinya habis mandi air hangat di penginapan, kami lanjut lagi mancing, tapi gak dapat-dapat, haha. Akhirnya saya ngikut pak bos jalan ke Kelok 44. Kelokannya bener-bener ekstrim, gak berani saya nyupirin di sini, hoho. Gak sempet ngefoto kelokannya. Tapi pemandangan Danau Maninjau dari kelokan cukup indah.

Jpeg

Setelah balik dari Kelok 44 kami mancing lagi di penginapan. Nah, kali ini saya dapat 1 ekor ikan lagi. Lumayan lah 2 hari 2 ekor ikan XD. Sehabis dhuhur kami berangkat pulang ke Padang dan mobil saya tetep ketinggalan :3. Di perjalanan pulang kami mampir buat makan siang dan pastinya mampir ke pasar buat beli duren, pesta duren, hehe.

Padang, 09 Januari 2016

mascah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: