Archive for ‘islam’

January 15, 2017

Tikai Pendapat

Tulisan ini saya buat karena keprihatinan dan ketakutan yang cukup kuat yang membuat saya tidak tahan lagi untuk tidak ikut menyuarakan pendapat mengenai kondisi yang akhir-akhir ini terjadi di internal umat islam. Mohon izin tulisan ini hanya saya tujukan kepada rekan-rekan, kawan-kawan, dan sodaraku sekalian yang beragama islam. Dan juga tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun.

Izinkanlah orang yang miskin ilmu, bukan ahli ibadah, dan masih sering bermaksiat ini sekadar menyampaikan uneg-uneg biar pikiran plong. Sebagaimana yang kawan-kawan ketahui, akhir-akhir ini banyak terjadi pertikaian pendapat (red) di negara kita khususnya melalui media sosial (medsos) dan media-media elektronik lainnya. Beberapa hari ini saya merasa miris melihat dan membaca berbagai postingan dan komentar yang ada di medsos (facebook=fb). Saya menggunakan fb sudah sejak lama semenjak tahun 2009. Cukup banyak manfaat yang saya peroleh seperti informasi terbaru, sharing untuk menyelesaikan tugas kuliah, terhubung dengan teman yang jauh, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak manfaat itu tentu ada beberapa nilai minusnya yang tanpa saya sebutkan pun kawan-kawan sudah tahu. Tapi itu dulu, satu-dua tahun belakangan ini di medsos dan media elektronik lainnya bermunculan berita-berita yang sifatnya tidak dapat kita jadikan pegangan begitu saja.

read more »

April 23, 2012

Tabarruk

Tabarruk (ngalap berkah) berarti meraih berkah, kebaikan, dan kebahagiaan dengan media sesuatu yang diistimewakan Allah. Diistimewakan karena Allah telah sematkan/ alirkan kepadanya keberkahan, yakni energi positif yang dapat mendatangkan keberkahan kepada yang lain, tentu atas izin-Nya.

Syiar-syiar di Tanah Haram seperti Hajar Aswad, Ka’bah, maqam ibrahim, makam Nabi Saw di Madinah, atau masjid-masjid tua, dan karya-karya besar warisan para pewaris Nabi (para ulama saleh dan kekasih Allah), makam mereka, serta petilasan orang-orang saleh, bahkan orang saleh yang masih hidup, adalah sebagian contoh dari sekian “benda-benda” suci penuh berkah yang umumnya ada di sekitar lingkungan kita. Kita dapat bertabarruk dengannya: menziarahi, berzikir dan berdoa, mempelajari, bersilaturahmi dan memohon doa, bertukar pikiran atau konsultasi, menghormati , dan bahkan dengan tulus menciumi, tanpa jatuh pada pengkultusan berlebihan. Satu contoh “ungkapan” bertabarruk, adalah tradisi tabarukan di Jawa atau kalangan muslim lainnya.

Buku ini dengan mudah, otentik, dan logis menunjukkan betapa tabarruk sudah turun temurun dipraktikkan oleh para Nabi, Nabi Saw sendiri, para sahabat, dan orang-orang saleh, dan kemudian memberikan contoh cara-cara tabarruk dari mereka. Hanya pandangan dangkal saja yang menganggap praktik ini bid’ah.

Penulis:

Prof. Shobah Ali Al-Bayati — Terlahir di Irak, tepat di Kota Zakho pada tahun 1953 dari sebuah keluarga penganut Mahzab Syafi’i fanatik. Lulusan Fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab University of Shalahudin, Irbil, Irak (1989).

NB: buku ini tersedia dan dapat dipinjam di Perpustakaan Immsi

January 28, 2012

Penghalang Menghafal Ilmu

(Dikutip dari: Islam Happy Ending karya Abu al-Hasan ‘Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi)

Penyebab penghalang untuk menghafal ilmu setelah mampu memahami suatu makna adalah lupa yang timbul karena mengabaikan kekurangan dan bersikap tidak acuh pada kekeliruan. Sudah semestinya orang yang menderita hal itu menutupi kekurangannya dengan cara memperbanyak dan meningkatkan belajar dan bangkit dari kelalaiannya dengan cara melakukan kajian secara terus-menerus. Ada yang mengatakan, “Jika seseorang mengabaikan pelajaran dan tidak bekerja keras dalam mempelajarinya maka ia tidak akan mendapatkan ilmu.”

Banyak belajar akan menimbulkan kelelahan sehingga orang tidak akan bersabar melakukannya kecuali orang yang menganggap ilmu sebagai harta yang sangat berharga dan melihat kebodohan sebagai utang. Karenanya, ia berani mengahadapi berbagai bentuk kelelahan belajar untuk mendapatkan kepuasan ilmu dan terlepas dari jeratan kebodohan. Keagungan hanya dapat diperoleh melalui pengorbanan dan perjuangan yang besar. Kesuksesan yang diperolehnya sesuai dengan kadar minat dan kecintaannya. Ketenangan dan kepuasan diukur berdasarkan kelelahan dan keletihannya.

Ada juga orang yang mengatakan, “Mencari kepuasan dan ketenangan akan mengurangi istirahat.”

Seorang bijak mengatakan, “Sempurnanya kesuksesan terletak dalam perolehan yang tidak melelahkan, dan kemuliaan ilmu terletak dalam pencariannya yang tidak menimbulkan kehinaan.”

Terkadang seorang pencari ilmu merasa berat untuk mempelajari dan mengahafal pelajarannya. Setelah mampu memahami maknanya, ia malas merujuk dan mengkaji ulang buku sehingga ia seperti seorang pemburu yang melepaskan kembali buruannya karena merasa yakin bahwa ia mampu menguasainya sesudah bisa menikmatinya, padahal keyakinan yang berlebihan menimbulkan

read more »

November 12, 2011

Rekaman Ngaji Al-Hikam – Drs. KH. Imron Djamil

Kitab Al-Hikam dikarang oleh asy-Syaikh Ibn ‘Ataillah. Kitab tasawuf ini berisikan petuah-petuah ketaatan, kebaikan, kebijaksanaan dan lain-lain. Kitab ini cukup populer di Indonesia dan di dunia.
Pengarang buku ini asy-Syaikh Ibn ‘Ataillah menurut beberapa murid dan sahabatnya merupakan seseorang yang diberikan kelebihan berupa karomah. Salah satu sufi besar yang sampai sekarang namanya tetap harum melalui karya-karyanya.

Berikut link download rekaman ngaji Al-Hikam oleh Drs. KH. Imron Djamil klik si sini

Oh iya, gambar kitab di samping diambil dari internet, jd tidak perlu terlalu diperhatikan, hehe. Perlu diingatkan bahasa yang digunakan hampir seluruhnya adalah bahasa jawa ^^

Moga bermanfaat 🙂