Archive for ‘my life’

February 12, 2017

Menghitung Hari

Hari-hari ini perasaan makin berdebar-debar, pikiran berkecamuk, mulai urusan keseharian, urusan pekerjaan, dan satu lagi agenda besar yang akan kulalui, ya agenda besar. Ini dia reminder yang bikin makin deg-degan, hehe.

reminderMenghitung mundur 35 hari lagi… Hari yang dinanti-nanti kami sekeluarga. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai baca-baca buku tentang ilmu berumah tangga juga, hehe. Makin gemeteran kalo membayangkan gimana nanti pas akad, bener-bener perjanjian yang agung saat pengucapan ijab-qobul.

Saya menyadari masih banyak kekurangan pada diriku ini dan semoga kedatanganmu nanti menjadi pelengkap yang kurang tersebut. Semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah kami, diberikan kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar,,, aamiin…

mascah

Padang, 12 Februari 2017

Advertisements
January 18, 2017

Hoax

Hoax dalam terminologi Bahasa Inggris bisa berarti olok-olok(an), cerita bohong, atau memperdayakan sedangkan dalam Bahasa Indonesia istilah ini belum diserap. Hoax muncul seiring makin berkembangnya media komunikasi yang juga disertai kebebasan individu mengemukakan pendapat. Namun bukan berarti hoax muncul akhir-akhir ini saja, secara substansi hoax sudah ada sejak zaman nenek moyang kita hanya saja cakupannya yang terbatas.

Istilah hoax sendiri semakin mengemuka di negeri ini terlebih karena bersinggungan dengan urusan politik. Apakah hoax selalu bermuatan negatif? saya rasa jawabannya iya, tapi bisa jadi tidak meskipun porsi bermuatan negatifnya pasti jauh lebih besar. Hoax yang menyatakan sebuah negeri terkendali untuk menghindari chaos yang lebih besar saya rasa bisa saja bermuatan positif meski di sisi lain juga bisa bermakna negatif. Hoax dalam skala kecil pun bisa jadi sangat banyak di sekitar kita bahkan kita sendiri bisa jadi pembuat dan penyebar sebuah hoax, misalnya gosip.

Apakah sesuatu informasi yang menyebabkan kebencian selalu bisa kita labeli hoax? Belum tentu. Orasi-orasi yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia untuk melengserkan pemerintahan orde baru saat itu memang menyebabkan kebencian, namun tidak serta merta berarti hoax. Menurut hemat saya hoax amat sangat dipengaruhi oleh sudut pandang. Hoax muncul karena ada informasi baru yang kita peroleh di mana informasi ini bertentangan dengan informasi awal yang kita yakini kebenarannya atau informasi yang ingin kita pertahankan eksistensinya.

Apakah gerakan anti-hoax akan terhindar dari segala macam hoax? Saya meragukannya. Hal ini kembali ke masalah sudut pandang tadi. Mungkin tanpa disadari kita adalah sumber hoax itu sendiri, istilahnya hoax teriak hoax.

Padang, 18 Januari 2017

mascah

 

January 15, 2017

Tikai Pendapat

Tulisan ini saya buat karena keprihatinan dan ketakutan yang cukup kuat yang membuat saya tidak tahan lagi untuk tidak ikut menyuarakan pendapat mengenai kondisi yang akhir-akhir ini terjadi di internal umat islam. Mohon izin tulisan ini hanya saya tujukan kepada rekan-rekan, kawan-kawan, dan sodaraku sekalian yang beragama islam. Dan juga tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun.

Izinkanlah orang yang miskin ilmu, bukan ahli ibadah, dan masih sering bermaksiat ini sekadar menyampaikan uneg-uneg biar pikiran plong. Sebagaimana yang kawan-kawan ketahui, akhir-akhir ini banyak terjadi pertikaian pendapat (red) di negara kita khususnya melalui media sosial (medsos) dan media-media elektronik lainnya. Beberapa hari ini saya merasa miris melihat dan membaca berbagai postingan dan komentar yang ada di medsos (facebook=fb). Saya menggunakan fb sudah sejak lama semenjak tahun 2009. Cukup banyak manfaat yang saya peroleh seperti informasi terbaru, sharing untuk menyelesaikan tugas kuliah, terhubung dengan teman yang jauh, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak manfaat itu tentu ada beberapa nilai minusnya yang tanpa saya sebutkan pun kawan-kawan sudah tahu. Tapi itu dulu, satu-dua tahun belakangan ini di medsos dan media elektronik lainnya bermunculan berita-berita yang sifatnya tidak dapat kita jadikan pegangan begitu saja.

read more »

August 18, 2016

Penerimaan

Pernah suatu waktu saya jatuh hati pada seorang wanita. Singkat cerita kami mulai berkomunikasi setelah tahun lalu saya ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman lama, terus ngasih informasi kalau ia lagi single. Sedikit flashback, pertemuan dengannya berawal saat acara Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah kami, saya kelas XI dan ia siswi baru kelas X. Saat itu agak fenomenal karena naksir begitu saja tapi tidak ada kelanjutannya (memang tidak berniat pacaran atau semacamnya, ngobrol sama cewek saja gemeter, haha).

Hari silih berganti obrolan kami semakin menjurus (eh, maksudnya obrolan saya yang menjurus). Sampai-sampai ia yang bertanya, “Mas berniat serius dengan saya ya?” saya jawab “Iya”. “Tapi saya belum siap berkomitmen mas”. Saat itu saya bilang kalau saya masih bisa menunggu. Obrolan pun berlanjut hal yang ringan-ringan dan lebih sering dicuekin sih, jadi obrolan satu arah.

Hari berganti saya tetap berharap dan menunggu waktu yang pas hingga saya bisa bertemu dengannya. Memang agak sulit bertemu karena kita bekerja di pulau yang berbeda. Pas ia pulang saya gak pulang, giliran saya pulang ia gak pulang. Sampai kesempatan datang pada tahun berikutnya kami bisa bertemu, di hari raya Idul Fitri (akhirnya setelah setengah tahun ada kesempatan juga, hehe).

read more »

January 9, 2016

Danau Maninjau

Akhir tahun 2015 sudah semacam kerja rodi di kantor, hehe. Maka dari itu beberapa pegawai dan keluarga, termasuk saya yang belum berkeluarga :mrgreen: mengagendakan jalan-jalan ke luar kota di tahun baru. Tujuan kami kali ini adalah Danau Maninjau, Agam.

Kalau ditotal jumlah pasukan ada sekitar 20 orang, termasuk anak-anak. Berangkat pakai 4 mobil, salah satunya mobil kantor. Nah, mobil kantor ini yang selalu ketinggalan dalam perjalanan, karena saya yang nyetir :3. Terus terang baru kali ini nyetir jarak jauh, paling banter 1 jam perjalanan, ini 3 jam lebih :O.

Kami berangkat dari kantor sebelum sholat Jum’at, kira-kira pukul 10.00 pagi. Untuk itu kami singgah dulu di Mesjid sebelah Stasiun Pariaman untuk melaksanakan sholat jum’at sebelum melanjutkan perjalanan. Sudah siang pasti laper dongs. Kami makan dulu di Pantai Pariaman. Oya, Pantai Pariaman ini berdekatan dengan Stasiun Pariaman, tinggal jalan kaki aja. Kalau pengen ke Pantai Pariaman dari Padang juga bisa menggunakan kereta, hanya 4.000 rupiah 😀 #belum pernah nyoba sih. Sepertinya rame terus, hehe. Padang-Pariaman kira 1,5 jam. Naik motor juga asik (kalo ini pernah).

Yap, perjalanan dilanjutkan sambil menahan kantuk, kekenyangan habis makan, haha. Untungnya jalan yang kami lalui tidak banyak jalan menanjaknya. Kurang pede kalau ketemu jalan menanjak XD. Setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebelum sampai di tempat penginapan sudah disuguhkan pemandangan alam danau maninjau. Exciting pokoknya.

Ini nih pemandangan sore hari di Danau Maninjau.

Jpeg

Habis beres-beres masukin barang bawaan ke kamar, pasukan langsung menyiapkan persejataannya, alat pancing

read more »

August 11, 2015

Batu Malin Kundang

Kawan-kawan pasti tidak asing dengan legenda Malin Kundang. Iya, seorang yang durhaka kepada ibunya karena kesuksesannya. Singkat cerita di akhir cerita si ibu tadi mengutuk si Malin menjadi batu. Batu legenda Malin Kundang dapat kita jumpai di Padang tepatnya di Pantai Air Manis, Padang. Dari pusat Kota Padang perjalanan ke Air Manis dapat kita tempuh kira-kira setengah jam mengendarai motor atau mobil atau sekitar 13 km.

Jalan menuju Pantai Air Manis ini agak sedikit menanjak di awal dan akhir jadi siapkan pake gigi 1 atau 2. Karena motor saya sudah agak butut mau gak mau harus pake gigi 1 di tanjakan awal dan akhir, hehe. Sebelum sampai di pantainya kita bakal disuguhkan pemandangan yang cukup indah. Bisa deh mampir sekadar berfoto/selfi ria :mrgreen:

Panorama Sebelum Pantai Air Manis

Pemandangan Sebelum Pantai Air Manis

Di areal masuk tempat wisata mungkin nanti bakal ditarik retribusi, tapi penampakannya kayak tukang palak sih. Kita kemaren naik motor dua orang ditarik 10 ribu rupiah. Biaya itu terpisah dari parkir kendaraan, kalo motor ditarik 5 ribu rupiah, entah kalo mobil.

Untuk mencapai Batu Malin Kundang bisa berjalan kaki atau naik kendaraan untuk mendekati lokasi. Untuk pengendara motor disarankan untuk memarkir kendaraan sewaktu mau masuk pantai dan jalan kaki soalnya jalannya becek agak sulit untuk motor, kalo mobil bisa lah. Jalannya juga gak terlalu jauh kok, gak sampai 1 km :p

read more »

August 9, 2015

Pantai Padang

Pantai Padang bisa dibilang tempat wisata terdekat dari pusat Kota Padang. Hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Gubernur Sumatera Barat. Kalau dari kantor saya sekitar 2,5 kilometer lah… Pemerintah Sumatera Barat Khususnya Pemerintah Kota Padang sepertinya sedang berbenah agar Pantai Padang ini menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang. Salah satu usahanya yakni pembangunan semacam, aduh apa disebutnya ya… Pokoknya tempat tinggi buat lihat pemandangan ke lautnya lah, tapi bukan menara.

Danau Cimpago

Danau Cimpago

Pantainya ada di seberang/belakang bangunan itu. Di belakangnya masih ada jalan raya sih, setelah itu warung-warung, pantai, baru lautnya,,hehe. Kalo yang seperti sungai itu biasa disebut Danau Cimpago. Entah bagaimana asal muasalnya saya juga kurang paham. Tapi kawan, sebelum bangunan ini berdiri danau ini kumuhnya minta ampun. Pokoknya kayak TPU (#bukantempatpemungutansuara) deh. Aseli jorok. Mungkin kalo dulu makan di pinggiran danau situ makanan bakalan nyangkut gak ketelen #lebay. Alhamdulillah danau ini sekarang sudah berangsur mulai bersih, meskipun masih ada aja yang buang sampah sembarangan, hoho…

read more »

August 2, 2015

Mudiak 1436 H

Sudah menjadi kebiasaan dan rutinan di tanah air kita ini dengan aktivitas mudik saat datang hari raya idul fitri/lebaran. Mudik di tahun 2015/1436 H  adalah mudik lebaran perdana saya dari perantauan tanah minang. Mudik kali ini saya menempuh hampir 2 hari 2 malam perjalanan dari Padang ke Kediri. Wow kan?? Padahal naik pesawat lho,,Haha. Gimana ceritanya? Begini ceritanya kawan.

Tiket pesawat sudah saya beli sekitar dua bulan sebelum keberangkatan, yah dengan harga yang cukup merogoh kocek, hehe. Saya memilih berangkat pada H-1 karena saya ambil cuti selama tiga hari setelah lebaran, itung-itung nabung cuti buat ehm 🙂 Pada hari keberangkatan sih sebenarnya lancar jaya, malah tepat waktu. Waktu itu Kamis, 16 Juli 2015, kami (saya, Novarianto, dan Putri) berangkat dari kantor menuju ke bandara sekitar pukul 06.15 WIB diantar oleh Pak Armen, pegawai kantor kami juga. Si Nova main ke batam, melancong keluar negeri sepertinya, berangkat duluan sedangkan si Putri ke Jakarta satu penerbangan dengan saya pada penerbangan berikutnya hanya saja saya cuman transit di jakarta. Oya satu lagi, Pak Hasan, salah satu Kasi di kantor kami juga satu penerbangan ke Jakarta tapi berangkat ke bandaranya gak bareng.

Seperti yang saya bilang penerbangan ke Jakarta aseli lancar jaya, tanpa kendala yang berarti. Di situ saya berpisah dari Putri, sedih, eh punya orang deh tu anak XD. Sampai di Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB sedangkan penerbangan lanjutan ke Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB. Karena waktu tunggu yang cukup lama saya nunggu deh di tempat beginian.

IMG-20150716-WA0005

Rest area terminal 1A Bandara Soekarno Hatta

Nunggu sampai sekitar 12.00 WIB, sholat, terus nunggu lagi di ruang tunggu keberangkatan. Setelah nunggu sekian lama

read more »

July 9, 2015

Keberanian atau Pengorbanan?

Kadang sehabis sahur romadhon saya tidur dulu sebelum shubuh seperti biasanya. Tapi kali ini sesuatu mengusik pikiran yang cukup membuat tertekan belakangan ini. Tidak jauh dari permasalahan yang biasa dihadapi oleh pemuda seumuran saya. Menikah. Lebih tepatnya orang yang saya sukai kabarnya dalam waktu dekat akan menikah.

Sebenarnya saya tidak tahu persis apakah saya benar-benar menyukai dirinya ataukah sekadar dorongan hawa nafsu belaka, tapi memikirkannya saja membuat hati tersayat (ceileh… XD). Awal perkenalan pun juga tidak terlalu spesial (tapi bagi saya sangat spesial). Berawal dari iseng add account fb-ny dan saling berkunjung ke laman blog masing-masing ketika kuliah. Hingga suatu hari mungkin dia merasa risih dan jengkel kepada saya dan suatu hari kemudian ketika sudah mulai menginjak dunia kerja dia meminta maaf atas sikapnya. Dan suatu hari kemudian yang lain saya membuat kesalahan yang sama. Hingga dia mungkin berpendapat saya ini hanya main-main saja. Bahkan di suatu waktu yang lain di pertemuan pertama yang tidak disengaja, bertegur sapa pun tidak. Memang itu menjadi pertama atau mungkin bakal jadi terakhir dan hanya menjadi penyesalan dikarenakan gengsi saya.

Mungkin pikiran saya terlalu kolot dengan banyak pertimbangan layaknya orang tua yang memandang strata dan terlalu takut dengan masa depan. Atau mungkin saya yang terlalu minder dan kurang tegas dalam bersikap. Ah, atau mungkin kesemuanya benar adanya. Hingga akhirnya saya belum menemukan titik temu dan pilihan terbaik jika hidup bersama.

Ah, jika saja waktu dapat diputar ulang..apakah saya buang saja pertimbangan-pertimbangan kolot seperti itu? Tapi kali ini kita bicara soal keberanian atau pengorbanan seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dan pilihan yang tersedia sekarang adalah pengorbanan. Semoga keberkahan meliputimu. Maaf jika ada khilaf.

Padang, 23 Romadhon 1436 H

mascah

June 27, 2015

Balimau

“Balimau”, kata itu baru saya dengar sehari sebelum 1 Romadhon 1436 H di kantor. Tahun ini menjadi tahun pertama saya berpuasa di tanah minang. Saat itu sistem pusat kami memang sempat down sehingga pelayanan terhadap satker menjadi terganggu. Kemudian ada selentingan dari salah seorang pegawai, “Ya udah pulang ajalah balimau, hehe”. Salah satu tradisi unik menjelang romadhon di sini adalah balimau. Simpelnya balimau adalah mandi untuk menyucikan diri menjelang romadhon. Yang membuat unik adalah mandinya tidak dilakukan di kamar mandi masing-masing. Lha terus di mana dong? Hehe. Mandinya di kali atau sungai. Kenapa harus di kali? Saya juga gak tau :mrgreen:
Menurut wikipedia Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Nah, tradisi ini kabarnya sudah berlangsung selama berabad-abad dan diwariskan turun-temurun (
Istilah Balimau sendiri berasal dari kata limau (jeruk nipis) yang saat itu digunakan sebagai pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau yang karena sifatnya melarutkan minyak atau keringat di badan. Sedangkan latar belakang Balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan romadhon, sesuai dengan ajaran agama islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Secara lahir, menyucikan diri adalah mandi yang bersih (
Itulah sedikit ulasan mengenai tradisi unik di tanah minang menjelang romadhon yang saya temui. Semoga bermanfaat menambah wawasan kawan-kawan sekalian.
Mascah
27 Juni 2015/11 Romadhon 1436 H

sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Balimau