Archive for ‘coretanku’

January 18, 2017

Hoax

Hoax dalam terminologi Bahasa Inggris bisa berarti olok-olok(an), cerita bohong, atau memperdayakan sedangkan dalam Bahasa Indonesia istilah ini belum diserap. Hoax muncul seiring makin berkembangnya media komunikasi yang juga disertai kebebasan individu mengemukakan pendapat. Namun bukan berarti hoax muncul akhir-akhir ini saja, secara substansi hoax sudah ada sejak zaman nenek moyang kita hanya saja cakupannya yang terbatas.

Istilah hoax sendiri semakin mengemuka di negeri ini terlebih karena bersinggungan dengan urusan politik. Apakah hoax selalu bermuatan negatif? saya rasa jawabannya iya, tapi bisa jadi tidak meskipun porsi bermuatan negatifnya pasti jauh lebih besar. Hoax yang menyatakan sebuah negeri terkendali untuk menghindari chaos yang lebih besar saya rasa bisa saja bermuatan positif meski di sisi lain juga bisa bermakna negatif. Hoax dalam skala kecil pun bisa jadi sangat banyak di sekitar kita bahkan kita sendiri bisa jadi pembuat dan penyebar sebuah hoax, misalnya gosip.

Apakah sesuatu informasi yang menyebabkan kebencian selalu bisa kita labeli hoax? Belum tentu. Orasi-orasi yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia untuk melengserkan pemerintahan orde baru saat itu memang menyebabkan kebencian, namun tidak serta merta berarti hoax. Menurut hemat saya hoax amat sangat dipengaruhi oleh sudut pandang. Hoax muncul karena ada informasi baru yang kita peroleh di mana informasi ini bertentangan dengan informasi awal yang kita yakini kebenarannya atau informasi yang ingin kita pertahankan eksistensinya.

Apakah gerakan anti-hoax akan terhindar dari segala macam hoax? Saya meragukannya. Hal ini kembali ke masalah sudut pandang tadi. Mungkin tanpa disadari kita adalah sumber hoax itu sendiri, istilahnya hoax teriak hoax.

Padang, 18 Januari 2017

mascah

 

Advertisements
August 11, 2015

Batu Malin Kundang

Kawan-kawan pasti tidak asing dengan legenda Malin Kundang. Iya, seorang yang durhaka kepada ibunya karena kesuksesannya. Singkat cerita di akhir cerita si ibu tadi mengutuk si Malin menjadi batu. Batu legenda Malin Kundang dapat kita jumpai di Padang tepatnya di Pantai Air Manis, Padang. Dari pusat Kota Padang perjalanan ke Air Manis dapat kita tempuh kira-kira setengah jam mengendarai motor atau mobil atau sekitar 13 km.

Jalan menuju Pantai Air Manis ini agak sedikit menanjak di awal dan akhir jadi siapkan pake gigi 1 atau 2. Karena motor saya sudah agak butut mau gak mau harus pake gigi 1 di tanjakan awal dan akhir, hehe. Sebelum sampai di pantainya kita bakal disuguhkan pemandangan yang cukup indah. Bisa deh mampir sekadar berfoto/selfi ria :mrgreen:

Panorama Sebelum Pantai Air Manis

Pemandangan Sebelum Pantai Air Manis

Di areal masuk tempat wisata mungkin nanti bakal ditarik retribusi, tapi penampakannya kayak tukang palak sih. Kita kemaren naik motor dua orang ditarik 10 ribu rupiah. Biaya itu terpisah dari parkir kendaraan, kalo motor ditarik 5 ribu rupiah, entah kalo mobil.

Untuk mencapai Batu Malin Kundang bisa berjalan kaki atau naik kendaraan untuk mendekati lokasi. Untuk pengendara motor disarankan untuk memarkir kendaraan sewaktu mau masuk pantai dan jalan kaki soalnya jalannya becek agak sulit untuk motor, kalo mobil bisa lah. Jalannya juga gak terlalu jauh kok, gak sampai 1 km :p

read more »

August 9, 2015

Pantai Padang

Pantai Padang bisa dibilang tempat wisata terdekat dari pusat Kota Padang. Hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Gubernur Sumatera Barat. Kalau dari kantor saya sekitar 2,5 kilometer lah… Pemerintah Sumatera Barat Khususnya Pemerintah Kota Padang sepertinya sedang berbenah agar Pantai Padang ini menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang. Salah satu usahanya yakni pembangunan semacam, aduh apa disebutnya ya… Pokoknya tempat tinggi buat lihat pemandangan ke lautnya lah, tapi bukan menara.

Danau Cimpago

Danau Cimpago

Pantainya ada di seberang/belakang bangunan itu. Di belakangnya masih ada jalan raya sih, setelah itu warung-warung, pantai, baru lautnya,,hehe. Kalo yang seperti sungai itu biasa disebut Danau Cimpago. Entah bagaimana asal muasalnya saya juga kurang paham. Tapi kawan, sebelum bangunan ini berdiri danau ini kumuhnya minta ampun. Pokoknya kayak TPU (#bukantempatpemungutansuara) deh. Aseli jorok. Mungkin kalo dulu makan di pinggiran danau situ makanan bakalan nyangkut gak ketelen #lebay. Alhamdulillah danau ini sekarang sudah berangsur mulai bersih, meskipun masih ada aja yang buang sampah sembarangan, hoho…

read more »

June 27, 2015

Balimau

“Balimau”, kata itu baru saya dengar sehari sebelum 1 Romadhon 1436 H di kantor. Tahun ini menjadi tahun pertama saya berpuasa di tanah minang. Saat itu sistem pusat kami memang sempat down sehingga pelayanan terhadap satker menjadi terganggu. Kemudian ada selentingan dari salah seorang pegawai, “Ya udah pulang ajalah balimau, hehe”. Salah satu tradisi unik menjelang romadhon di sini adalah balimau. Simpelnya balimau adalah mandi untuk menyucikan diri menjelang romadhon. Yang membuat unik adalah mandinya tidak dilakukan di kamar mandi masing-masing. Lha terus di mana dong? Hehe. Mandinya di kali atau sungai. Kenapa harus di kali? Saya juga gak tau :mrgreen:
Menurut wikipedia Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Nah, tradisi ini kabarnya sudah berlangsung selama berabad-abad dan diwariskan turun-temurun (
Istilah Balimau sendiri berasal dari kata limau (jeruk nipis) yang saat itu digunakan sebagai pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau yang karena sifatnya melarutkan minyak atau keringat di badan. Sedangkan latar belakang Balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan romadhon, sesuai dengan ajaran agama islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Secara lahir, menyucikan diri adalah mandi yang bersih (
Itulah sedikit ulasan mengenai tradisi unik di tanah minang menjelang romadhon yang saya temui. Semoga bermanfaat menambah wawasan kawan-kawan sekalian.
Mascah
27 Juni 2015/11 Romadhon 1436 H

sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Balimau

July 10, 2014

Quick Count Kok Beda!

Rabu, 9 Juli 2014, Republik ini telah menyelenggarakan pesta demokrasi untuk menentukan presiden dan wakil presiden yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Menurut saya pribadi pemilihan presiden (pilpres) kali ini adalah yang paling dramatis yang pernah saya temui di tanah air, maklum ini kesempatan pertama kali saya untuk ikut serta dalam pilpres meski akhirnya harus masuk pihak yang golput (golongan putih) karena tidak bisa menyalurkan hak suara di perantauan.

Pelaksanaan kampanye pilpres kali ini berjalan begitu menegangkan karena rakyat terpolarisasi menjadi dua kubu capres dan cawapres (satu atau dua kau, pilih yang mana?). Ditambah lagi peran dunia maya sekarang ini begitu dahsyat di mana banyak terjadi black campaign di berbagai media. Kawan bisa jadi musuh, musuh bisa jadi kawan, yang tetap kawanan dan tetap musuhan juga masih ada kok tenang saja.

Ketegangan dalam agenda lima tahunan negeri ini tidak terhenti sampai kampanye saja, pascapemilihan pun suasana masih diliputi ketegangan dikarenakan masing-masing pasangan capres dan cawapres mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang berdasarkan hitungan cepat atau quick count yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga survei dengan hasil yang berbeda. Empat lembaga survei memenangkan pasangan nomor satu sedangkan tujuh lembaga survei memenangkan pasangan nomor dua. Apa itu metode quick count? Bagaimana sebenarnya proses quick count itu? Kenapa hasilnya bisa berbeda? Hal ini membuat saya tergelitik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai quick count.

Metode quick count adalah sebuah cara atau proses perhitungan cepat hasil pemilu dengan menggunakan metode sampling dan kemampuan teknologi komunikasi. Quick count lahir dari kebutuhan untuk menjaga agar penghitungan suara pemilu tidak curang. Kalaupun ada kecurangan, diharapkan tidak mengubah siapa yang seharusnya menang atau kalah. Kalau hasil quick count tidak berbeda secara berarti dengan hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) maka kita akan yakin bahwa penghitungan hasil pemilu berlangsung secara benar, tidak ada kecurangan yang berarti. Tapi bila terjadi perbedaan yang signifikan antara hasil quick count dengan hasil penghitungan KPU maka salah satunya pasti salah. Ini bisa menjadi bahan dilakukannya penyelidikan lebih lanjut untuk menegakan kebenaran dari hasil pemilu.

read more »

April 23, 2014

DT(U)SD

IMG_7444Naik kereta selalu menyenangkan kawan, apalagi tujuannya adalah kampung halaman. Terbayang wajah orang-orang yang ada di rumah, masakan ibu yang uenak, udara kampung yang segar, dan hal-hal menyenangkan lainnya sudah cukup memberi alasan kuat untuk menempuh perjalanan berapapun lamanya (muehehe…). Tapi kali ini beda kawan, kereta yang kami naiki bukan kereta ekonomi, bisnis, pun eksekutif jarak jauh namun hanya kereta listrik tujuan Bogor. Ya, tujuan perjalanan kali ini adalah Bogor, tepatnya Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan (AP) yang bertempat di Gadog, Ciawi, Bogor. Kami, para calon pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan akan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) selama sebulan penuh meliputi Diklat Teknis Umum (DTU) selama seminggu dan Diklat Teknis Sustantif Dasar (DTSD) selama tiga minggu.

Sesampainya di Pusdiklat AP setelah kami menyarter angkot dari stasiun Bogor ke Pusdiklat, kami masih belum tahu secara pasti medan yang akan kami hadapi baik itu lingkungan maupun pelatihan dan pendidikan yang akan kami terima. Sebenarnya kawan angkatan kami yang gelombang satu (sebelum gelombang kami) sudah melaksanakan diklat ini, namun demikian informasi yang diberikan masih sangat terbatas.

Awalnya pada saat gladi kotor pembukaan DTU, acara berjalan biasa-biasa saja. Namun setelah acara dibuka keesokan harinya, seketika kegiatan diklat ini menjadi agak horor (red.). Maksud saya horor bukan karena pusdiklat ini banyak hantunya (menurut para senior lokasi ini memang angker), namun lebih pada latihan fisik

read more »

September 13, 2012

Menertawai Diri Sendiri?

Hayo udah pada ketawa belum hari ini? Ketawa dulu yok,,hahahahaha (awas jangan lebar-lebar nanti ada yang masuk, masuk RSJ :p ). Ngapain sih mas pake ditanya udah ketawa apa belum. Yee… namanya juga baru intro gitu lhoo… -,-

Uhuk, uhuk (bukan batuk beneran)… Menurut para pakar kesehatan tertawa itu bisa jadi bagian olah raga ringan kita lho. Yap, bener banget. Pas kita ketawa itu otot2 wajah mengalami peregangan (otot wajah jadi kencang). Nah, hal ini akan meningkatkan denyut nadi dan oksigen yang tersebar ke jaringan dikarenakan saat kita ketawa pernapasan kita lebih cepat. Gak hanya itu, tertawa juga membuat jantung memompa lebih cepat sehingga aliran darah akan jauh lebih lancar dan lagi tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dikarenakan rendahnya tingkat stres. Masih banyak lagi manfaat lain dari tertawa (sumber: detik.com).

Bayangkan Anda melihat seorang kawan yg kepleset dan terjatuh kemudian tangannya kena tai ayam yang masih anget. Pasti bakalan ketawa kepingkal-pingkal dah (tega banget). Well, sekarang bayangkan posisi Anda berada pada posisi kawan Anda itu. Pasti gak bakalan sedih kan. Ya iya lah… palingan malunya minta ampun,,,hahaha. Terus ini ceritanya mau ngajakin ngejek dan nertawain orang lain gitu? Bukan gitu juga kallee…pliss deh.

read more »

July 16, 2012

Dibayar Kontan

Tengah malam itu seorang teman berusaha menghubungi Mas Nur agar segera mendatangi Stasiun Kediri untuk membeli tiket kereta api ekonomi tujuan Jakarta. Mas Nur dan kawan-kawannya ini akan berangkat ke Jakarta pekan depan untuk keperluan kuliah. Karena begitu capeknya, alhasil Mas Nur tidak terbangun dan baru membaca pesan dari temannya sehabis ia terbangun dari tidur.

Setelah memastikan bahwa tiket kereta masih bisa didapatkan, segera Mas Nur meluncur ke stasiun. Maklum, jarak antara stasiun dan rumah Mas Nur cukup jauh. Kira-kira perjalanan selama setengah jam apabila naik motor dipacu dengan kecepatan 60-80 km/jam.

Singkat cerita sampailah Mas Nur di stasiun dan menemukan antrean sudah mengekor panjangnya. Tiada kata lain bagi Mas Nur, ia pun akhirnya ikut mengantre. Antrean yang panjang itu sebelumnya hanya difokuskan pada satu loket pelayanan. Namun kemudian, tiba-tiba saja loket pelayanan ditambah satu lagi dan para pengantre pun berhamburan menemukan posisi terbaik mereka. Mas Nur karena masih bengong dan kedinginan sehabis perjalan jauh gerakannya kurang gesit sehingga tetap saja mendapat baris antrean terakhir dari antrean yang ada saat itu.

read more »

June 2, 2012

Pandai-pandailah Bersyukur

Tulisan ini dibuat saat penulis sedang tidak dalam kondisi yang sehat. Namun demikian, banyak hikmah yang dapat penulis ambil dari kondisi ini. Sungguh pelajaran berharga yang sulit didapatkan oleh orang yang dalam keadaan sehat. Kondisi sakit banyak membuat kita merenung dan mengevaluasi apa sebenarnya yang salah dalam hidup kita. Mungkin Anda akan menemukan jawabannya dan melupakan itu semua ketika Anda sudah kembali sehat. Oleh karena itu, penulis ingin berbagi pemikiran melalui tulisan ini.

Di dunia ini ada kaya ada miskin, ada luang ada sempit, ada muda ada tua, ada sehat ada sakit, pun ada hidup ada mati. Semua berpasangan dan saling melengkapi warna-warni dunia. Layaknya pelangi, mereka memiliki warna berbeda namun tetap dalam satu goresan di langit. Entah Anda sekarang dalam kondisi yang mana tentu saya tidak tahu menahu, yang pasti anda harus menyadari kondisi-kondisi tersebut nyata dalam dunia kita.

Suatu hal yang menarik adalah mengingat proses pertumbuhan kita menuju dewasa. Ketika kita masih duduk bangku SD kita iri melihat teman-teman yang sudah SMP. Kemudian ketika sudah SMP, kita pun iri lagi terhadap teman-teman yang sudah SMA. Selanjutnya ingin kuliah, kerja, menikah, punya anak, punya cucu, harta melimpah, dan seterusnya. Hidup ini sungguh bagai tak ada habisnya. Selalu saja ada yang kita harapkan, selalu ada yang ingin kita miliki dan kita capai. Namun yang harus kita yakini adalah bahwa nantinya kita akan mati dan hal-hal tersebut tidak akan kita bawa ke liang lahat.

read more »

May 3, 2012

Nasihat dari Anak Kecil

Melihat balita yang imut dan lucu tentu bikin gemes bukan? Ya, pada saat itu juga Anda akan reflek mencubit atau sekadar menciuminya. Wajah kita yang semula murung seketika berubah sumringah hanya dengan menatap wajah mereka, belum lagi tingkah laku lucu mereka yang membuat kita tidak bisa menahan tawa. Lihatlah senyum dan tawa mereka, begitu lepas dan ikhlas. Mereka mengajarkan kita tentang keikhlasan. Senyum, tawa, dan kegembiraan mereka benar-benar bersumber dari hati, tidak dibuat-buat dan tidak dipaksakan. Inilah keseimbangan hidup, yang muda membutuhkan yang tua, yang tua pun membutuhkan yang muda, bahkan yang muda dan tua juga membutuhkan anak-anak begitu juga sebaliknya.

Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari berinteraksi dengan anak kecil, baik hanya dengan memerhatikannya atau turut serta bermain bersamanya. Mereka membawa semilir angin segar, mengurangi bahkan menghilangkan stres yang telah membebani hidup kita. Semangat baru seolah muncul kembali dengan hanya melihat wajah polos mereka. Betapa besar anugrah seorang anak bagi manusia. Ia mengingatkan bahwa semasa kecil ketika seumuran dengan mereka, kita memiliki cita-cita yang begitu besar, jadi dokter, pilot, astronot, bahkan jadi presiden. Ya, mereka adalah para pemimpi yang disertai semangat besar dan selalu positive thinking. Begitu beraninya mencanangkan impian-impian besar, tidak seperti kita saat ini yang penuh perhitungan dan keragu-raguan. Bukan berarti salah bersikap demikian, namun

read more »