Archive for ‘my diary’

February 12, 2017

Menghitung Hari

Hari-hari ini perasaan makin berdebar-debar, pikiran berkecamuk, mulai urusan keseharian, urusan pekerjaan, dan satu lagi agenda besar yang akan kulalui, ya agenda besar. Ini dia reminder yang bikin makin deg-degan, hehe.

reminderMenghitung mundur 35 hari lagi… Hari yang dinanti-nanti kami sekeluarga. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai baca-baca buku tentang ilmu berumah tangga juga, hehe. Makin gemeteran kalo membayangkan gimana nanti pas akad, bener-bener perjanjian yang agung saat pengucapan ijab-qobul.

Saya menyadari masih banyak kekurangan pada diriku ini dan semoga kedatanganmu nanti menjadi pelengkap yang kurang tersebut. Semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah kami, diberikan kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar,,, aamiin…

mascah

Padang, 12 Februari 2017

Advertisements
January 15, 2017

Tikai Pendapat

Tulisan ini saya buat karena keprihatinan dan ketakutan yang cukup kuat yang membuat saya tidak tahan lagi untuk tidak ikut menyuarakan pendapat mengenai kondisi yang akhir-akhir ini terjadi di internal umat islam. Mohon izin tulisan ini hanya saya tujukan kepada rekan-rekan, kawan-kawan, dan sodaraku sekalian yang beragama islam. Dan juga tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun.

Izinkanlah orang yang miskin ilmu, bukan ahli ibadah, dan masih sering bermaksiat ini sekadar menyampaikan uneg-uneg biar pikiran plong. Sebagaimana yang kawan-kawan ketahui, akhir-akhir ini banyak terjadi pertikaian pendapat (red) di negara kita khususnya melalui media sosial (medsos) dan media-media elektronik lainnya. Beberapa hari ini saya merasa miris melihat dan membaca berbagai postingan dan komentar yang ada di medsos (facebook=fb). Saya menggunakan fb sudah sejak lama semenjak tahun 2009. Cukup banyak manfaat yang saya peroleh seperti informasi terbaru, sharing untuk menyelesaikan tugas kuliah, terhubung dengan teman yang jauh, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak manfaat itu tentu ada beberapa nilai minusnya yang tanpa saya sebutkan pun kawan-kawan sudah tahu. Tapi itu dulu, satu-dua tahun belakangan ini di medsos dan media elektronik lainnya bermunculan berita-berita yang sifatnya tidak dapat kita jadikan pegangan begitu saja.

read more »

August 18, 2016

Penerimaan

Pernah suatu waktu saya jatuh hati pada seorang wanita. Singkat cerita kami mulai berkomunikasi setelah tahun lalu saya ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman lama, terus ngasih informasi kalau ia lagi single. Sedikit flashback, pertemuan dengannya berawal saat acara Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah kami, saya kelas XI dan ia siswi baru kelas X. Saat itu agak fenomenal karena naksir begitu saja tapi tidak ada kelanjutannya (memang tidak berniat pacaran atau semacamnya, ngobrol sama cewek saja gemeter, haha).

Hari silih berganti obrolan kami semakin menjurus (eh, maksudnya obrolan saya yang menjurus). Sampai-sampai ia yang bertanya, “Mas berniat serius dengan saya ya?” saya jawab “Iya”. “Tapi saya belum siap berkomitmen mas”. Saat itu saya bilang kalau saya masih bisa menunggu. Obrolan pun berlanjut hal yang ringan-ringan dan lebih sering dicuekin sih, jadi obrolan satu arah.

Hari berganti saya tetap berharap dan menunggu waktu yang pas hingga saya bisa bertemu dengannya. Memang agak sulit bertemu karena kita bekerja di pulau yang berbeda. Pas ia pulang saya gak pulang, giliran saya pulang ia gak pulang. Sampai kesempatan datang pada tahun berikutnya kami bisa bertemu, di hari raya Idul Fitri (akhirnya setelah setengah tahun ada kesempatan juga, hehe).

read more »

January 9, 2016

Danau Maninjau

Akhir tahun 2015 sudah semacam kerja rodi di kantor, hehe. Maka dari itu beberapa pegawai dan keluarga, termasuk saya yang belum berkeluarga :mrgreen: mengagendakan jalan-jalan ke luar kota di tahun baru. Tujuan kami kali ini adalah Danau Maninjau, Agam.

Kalau ditotal jumlah pasukan ada sekitar 20 orang, termasuk anak-anak. Berangkat pakai 4 mobil, salah satunya mobil kantor. Nah, mobil kantor ini yang selalu ketinggalan dalam perjalanan, karena saya yang nyetir :3. Terus terang baru kali ini nyetir jarak jauh, paling banter 1 jam perjalanan, ini 3 jam lebih :O.

Kami berangkat dari kantor sebelum sholat Jum’at, kira-kira pukul 10.00 pagi. Untuk itu kami singgah dulu di Mesjid sebelah Stasiun Pariaman untuk melaksanakan sholat jum’at sebelum melanjutkan perjalanan. Sudah siang pasti laper dongs. Kami makan dulu di Pantai Pariaman. Oya, Pantai Pariaman ini berdekatan dengan Stasiun Pariaman, tinggal jalan kaki aja. Kalau pengen ke Pantai Pariaman dari Padang juga bisa menggunakan kereta, hanya 4.000 rupiah 😀 #belum pernah nyoba sih. Sepertinya rame terus, hehe. Padang-Pariaman kira 1,5 jam. Naik motor juga asik (kalo ini pernah).

Yap, perjalanan dilanjutkan sambil menahan kantuk, kekenyangan habis makan, haha. Untungnya jalan yang kami lalui tidak banyak jalan menanjaknya. Kurang pede kalau ketemu jalan menanjak XD. Setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebelum sampai di tempat penginapan sudah disuguhkan pemandangan alam danau maninjau. Exciting pokoknya.

Ini nih pemandangan sore hari di Danau Maninjau.

Jpeg

Habis beres-beres masukin barang bawaan ke kamar, pasukan langsung menyiapkan persejataannya, alat pancing

read more »

August 2, 2015

Mudiak 1436 H

Sudah menjadi kebiasaan dan rutinan di tanah air kita ini dengan aktivitas mudik saat datang hari raya idul fitri/lebaran. Mudik di tahun 2015/1436 H  adalah mudik lebaran perdana saya dari perantauan tanah minang. Mudik kali ini saya menempuh hampir 2 hari 2 malam perjalanan dari Padang ke Kediri. Wow kan?? Padahal naik pesawat lho,,Haha. Gimana ceritanya? Begini ceritanya kawan.

Tiket pesawat sudah saya beli sekitar dua bulan sebelum keberangkatan, yah dengan harga yang cukup merogoh kocek, hehe. Saya memilih berangkat pada H-1 karena saya ambil cuti selama tiga hari setelah lebaran, itung-itung nabung cuti buat ehm 🙂 Pada hari keberangkatan sih sebenarnya lancar jaya, malah tepat waktu. Waktu itu Kamis, 16 Juli 2015, kami (saya, Novarianto, dan Putri) berangkat dari kantor menuju ke bandara sekitar pukul 06.15 WIB diantar oleh Pak Armen, pegawai kantor kami juga. Si Nova main ke batam, melancong keluar negeri sepertinya, berangkat duluan sedangkan si Putri ke Jakarta satu penerbangan dengan saya pada penerbangan berikutnya hanya saja saya cuman transit di jakarta. Oya satu lagi, Pak Hasan, salah satu Kasi di kantor kami juga satu penerbangan ke Jakarta tapi berangkat ke bandaranya gak bareng.

Seperti yang saya bilang penerbangan ke Jakarta aseli lancar jaya, tanpa kendala yang berarti. Di situ saya berpisah dari Putri, sedih, eh punya orang deh tu anak XD. Sampai di Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB sedangkan penerbangan lanjutan ke Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB. Karena waktu tunggu yang cukup lama saya nunggu deh di tempat beginian.

IMG-20150716-WA0005

Rest area terminal 1A Bandara Soekarno Hatta

Nunggu sampai sekitar 12.00 WIB, sholat, terus nunggu lagi di ruang tunggu keberangkatan. Setelah nunggu sekian lama

read more »

July 9, 2015

Keberanian atau Pengorbanan?

Kadang sehabis sahur romadhon saya tidur dulu sebelum shubuh seperti biasanya. Tapi kali ini sesuatu mengusik pikiran yang cukup membuat tertekan belakangan ini. Tidak jauh dari permasalahan yang biasa dihadapi oleh pemuda seumuran saya. Menikah. Lebih tepatnya orang yang saya sukai kabarnya dalam waktu dekat akan menikah.

Sebenarnya saya tidak tahu persis apakah saya benar-benar menyukai dirinya ataukah sekadar dorongan hawa nafsu belaka, tapi memikirkannya saja membuat hati tersayat (ceileh… XD). Awal perkenalan pun juga tidak terlalu spesial (tapi bagi saya sangat spesial). Berawal dari iseng add account fb-ny dan saling berkunjung ke laman blog masing-masing ketika kuliah. Hingga suatu hari mungkin dia merasa risih dan jengkel kepada saya dan suatu hari kemudian ketika sudah mulai menginjak dunia kerja dia meminta maaf atas sikapnya. Dan suatu hari kemudian yang lain saya membuat kesalahan yang sama. Hingga dia mungkin berpendapat saya ini hanya main-main saja. Bahkan di suatu waktu yang lain di pertemuan pertama yang tidak disengaja, bertegur sapa pun tidak. Memang itu menjadi pertama atau mungkin bakal jadi terakhir dan hanya menjadi penyesalan dikarenakan gengsi saya.

Mungkin pikiran saya terlalu kolot dengan banyak pertimbangan layaknya orang tua yang memandang strata dan terlalu takut dengan masa depan. Atau mungkin saya yang terlalu minder dan kurang tegas dalam bersikap. Ah, atau mungkin kesemuanya benar adanya. Hingga akhirnya saya belum menemukan titik temu dan pilihan terbaik jika hidup bersama.

Ah, jika saja waktu dapat diputar ulang..apakah saya buang saja pertimbangan-pertimbangan kolot seperti itu? Tapi kali ini kita bicara soal keberanian atau pengorbanan seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dan pilihan yang tersedia sekarang adalah pengorbanan. Semoga keberkahan meliputimu. Maaf jika ada khilaf.

Padang, 23 Romadhon 1436 H

mascah

May 11, 2015

Belajar Sampai ke Negeri Cina

Jam kerja kantor hampir usai, sesaat kemudian ada pesan singkat yang masuk melalui ponsel. Ternyata pesan dari kawan yang saat ini tengah menempuh S2 nya di sebuah universitas di Taiwan. Tiba-tiba saja dia meminta saya menggantikannya memberi penilaian untuk sebuah lomba cerpen karena dia sedang ada ujian dan banyak tugas. Cerpen apa pikirku. Sempat ragu sebenarnya karena memang sastra bukan bidang saya. Tapi kemudian dia meyakinkan kalau cerpen yang akan dinilai bahasanya ringan dan level kira-kira anak SMA dan mahasiswa semester awal. Setelah berpikir beberapa saat saya memutuskan untuk menerimanya, toh selain membantu kawan saya juga dapat manfaat dapat bacaan gratis dan pengalaman jadi juri,,hehe… (padahal ikut lomba nulis aja belum pernah :mrgreen: ). Cerpen demi cerpen pun saya nilai, ada 12 cepen waktu itu yang saya nilai. Temanya tentang pendidikan. Beberapa kisah dari cerpen tersebut ada yang membuat saya terharu (bukan mewek). Intinya dari sebagian besar tulisan tersebut mengutarakan bahwa di luar sana masih banyak anak-anak yang sangat ingin sekali sekolah namun harus pupus harapannya karena berbagai masalah terutama masalah ekonomi. Hikmah yang bisa diambil adalah kita sebagai civitas akademika dan yang pernah makan bangku sekolah (merasakan pendidikan sekolah, red.) sudah sepatutnya bersyukur atas nikmat tersebut.

Semoga kita selalu dilimpahi keberkahan dan memiliki semangat dalam belajar. Karena Alloh akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.

Pagi ini ada kiriman datang dari Pak Pos untuk saya (Masih percaya sama tukang pos?) #Ikal-sang pemimpi. Sebuah post card sebagai ucapan terima kasih.

Jpeg

post card

Terima kasih atas post card nya. Semoga lancar studinya, menggondol gelar master, membawa keberkahan ilmu, dan membagikannya untuk sahabat-sahabat di Indonesia. Doakan supaya bisa juga ketularan mendapatkan kesempatan studi seperti dirimu. Semoga semoga semoga. Aamiin…

 

Salam dari Indonesia,

Padang, 11 Mei 2015

mascah

February 10, 2015

Padang #first destination

Tulisan ini mulai saya ketik ketika hujan gerimis menyelimuti Ranah Minang, sama halnya seperti lima bulan lalu ketika pertama kali menginjakkan kaki di sini. Ya, suasananya persis sama seperti waktu itu. Hujan gerimis kemudian disusul hujan deras.

Senin, 18 Agustus 2014, ba’da magrib saya tengah bersantai di kos (daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat) sehabis pulang kantor. Tiba-tiba ada SMS masuk dari koordinator angkatan. SMS tersebut mengintruksikan kepada kami, pegawai magang Ditjen. Perbendaharaan untuk berkumpul di Gedung Ex-MA (dahulunya pernah dipakai untuk gedung Mahkamah Agung) Kantor Pusat Perbendaharaan keesokan harinya. Saya sendiri nggak yakin mengenai perihal yang akan disampaikan dalam pertemuan tersebut. Dalam batin saya cuma bergumam “Mungkin ini adalah waktunya,” waktu penempatan, waktu yang paling ditunggu dengan perasaan H2C (harap-harap cemas), waktu bagi kami untuk mengabdi kepada negara, waktu untuk meninggalkan kampung halaman, waktu untuk menapaki dan mengais rezeki di bumi Alloh yang luas.

Keesokan harinya pun kami datang berbondong-bondong ke kantor pusat menuju Gedung Ex-MA. Banyak sekali waktu itu spekulasi alasan mengapa kami dikumpulkan, mulai dari tes-tes yang akan kami lalui ataupun mengenai kepegawaian. Dan yang paling santer waktu itu adalah “Penempatan.” Sebuah kata yang amat keramat bagi kami.

Acara demi acara telah kami lalui mulai arahan mengenai kepegawaian sampai tanya jawab mengenai pola mutasi di Ditjen. Perbendaharaan. Maksud dari acara sendiri masih bias di pikiran kami, sampai pada saat pembacaan doa. “…pengumuman penempatan hari ini…” kurang lebih begitulah potongan isi doa yang dibacakan oleh petugas. Sontak hati ini makin was-was dan H2C. Jelas sudah maksud acara ini, hari menjadi hari keramat buat kami, Selasa Keramat.

Nama demi nama dipanggil untuk maju ke depan kemudian menerima SK CPNS dan sebuah surat sakti, SK Penempatan. Ada yang berekspresi biasa saja, senang, menerima dengan senyuman, menerima dengan lapang dada, bersedih, bahkan ada yang menangis. Waktu itu perasaan seketika menjadi campur aduk. Hati masih tak kuasa untuk membuka isi surat sakti dari amplop cokelat itu. Saya kuatkan mental untuk membuka amplop dan membaca isi surat tersebut. Dan terlihatlah “KPPN (Kantor

read more »

December 3, 2012

Kota Santri

TuguHZMustofa

Grek…grek…grek… Mataku tiba-tiba saja terbuka kaget merasakan getaran dari sebuah kotak persegi panjang yang kutumpangi. Partikel-partikel energi berusaha kukumpulkan untuk mengetahui keadaan sekitar. Terlihat mobil-mobil dan truk-truk lalu-lalang dengan kecepatan cukup tinggi selebihnya hanya ada silhuet pohon-pohon di tepi jalan. Aku dengan seorang sahabatku juga para penumpang lainnya tengah menaiki bus jurusan Jakarta-Tasik. Ya, hari ini adalah hari jumat tanggal 15 November 2012 bertepatan dengan 1 Muharram 1434H. Para perantau mendapat libur cukup panjang selama empat hari, terhitung dari tahun baru hijriyah hingga akhir pekan nanti.

Gara-gara gak dapat tiket pulang kampung (Kediri, Jawa Timur) akhirnya kuputuskan untuk ikut liburan bersama sahabatku, Qital, ke rumahnya, Tasikmalaya. Oya, sahabatku yang bernama Qital ini adalah seorang hafiz (penghafal Al-Quran). Ia sesosok orang sederhana dan amat tawadhu’, begitu baik akhlaqnya dan tutur katanya. Begitulah Alloh telah memberikan kelebihan kepada sahabatku ini untuk menghafal firman-firman-Nya, subhanalloh…

Sesampainya di Tasik kami masih harus naik angkot dua kali sebelum mencapai rumah sahabatku. Tapi karena waktu sholat jumat sudah dekat, kami memutuskan singgah dahulu untuk menunaikan sholat jumat di masjid terdekat. Sebelum khotib naik mimbar suasana tampak biasa-biasa saja seperti halnya di kampung halamanku. Namun, suasana jadi berbeda ketika khotib menyampaikan khotbahnya

read more »

May 26, 2012

Life Planning

Bismillahirrohmaanirrohiim…..

Ini adalah cita-cita dan harapan saya dalam mengarungi hidup dan menempuh karier. Saya sepenuhnya meyakini betul bahwasanya Alloh SWT lah yang menentukan takdir. Namun demikian, sudah merupakan kewajiban bagi hamba-Nya untuk berikhtiar dan berdoa. Tulisan ini merupakan sebagian kecil bentuk ikhtiar tersebut yang mana merupakan bentuk visualisasi dan juga sebagai pengingat akan keinginan menggapai cita-cita dan harapan yang saya miliki sehingga ketika semangat ini mulai kendur dapatlah bangkit lagi dengan membuka kembali tulisan ini. Tentu masa depan adalah sebuah misteri hingga kita telah melewatinya. Sudah sepantasnyalah adanya wujud ikhtiar, doa, dan tawakal. Kemudian menanamkan sifat khouf dan raja’ secara berimbang. Wallahu a’lam.

-Cahyo-

read more »