Archive for ‘news’

June 5, 2016

Era Baru Pembayaran Pajak dan Non-Pajak

mpngen2_1Era baru? Sebenarnya Sistem Billing atau Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2) bukan barang baru lagi karena produk ini telah diluncurkan mulai tahun 2014 lalu. Peluncuran produk ini ditandai juga dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.5/2014 tanggal 10 Februari 2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik.

Pada awal tahun 2016 ini beberapa bank persepsi tidak dapat lagi melayani pembayaran pajak dan non-pajak secara manual khususnya untuk bank swasta. Kemudian pada awal Juli 2016 nanti pembayaran akan full menggunakan MPN G2. Nah, bagi yang masih terbiasa menggunakan setoran manual lewat teller bank/pos persepsi (SSP, SSBP, SSPB, SSPCP) harus mulai belajar nih menggunakan MPN G2.

Pada intinya pembayaran melalui MPN G2 ini dibanding yang manual adalah peralihan ke sistem elektronik, lebih tepatnya full elektronik. Anda harus sedia komputer/laptop dan koneksi internet. Yang biasa setor nulis isian formulir dulu nantinya cukup ketik-ketik dan klik-klik pada layar komputer/laptop. Gampang kan? Gampang kok kalau udah belajar, hehe.

Ada tiga step dalam penggunaan MPN G2 ini, yang pertama wajib pajak/wajib bayar/wajib setor harus daftar dahulu agar memperoleh akun melalui portal sse.pajak.go.id atau sse2.pajak.go.id (untuk pembayaran pajak) dan simponi.kemenkeu.go.id (untuk pembayaran non-pajak), nb: untuk pembayaran bea dan cukai sementara ini hanya dapat dilakukan oleh petugas bea cukai setempat. Kedua adalah pembuatan billing. Dalam step ini Anda akan dihadapkan form layaknya isian manual, jadi cukup ketik-ketik dan klik-klik aja. Nah, yang terakhir adalah pembayaran. Kalau dulu bayar setoran harus ke bank/pos persepsi yang tentu saja dibatasi jam kerja, dengan MPN G2 ini Anda akan dimanjakan dengan berbagai alternatif metode pembayaran, bisa tetap melalui teller bank/pos, ATM, internet banking, EDC, dll. Dengan berbagai metode pembayaran ini tentu saja waktu pembayaran akan open selama 24 jam, kapan pun dan di mana pun selama Anda memiliki koneksi internet. Tertarik? Oya, jangan lupa untuk step terakhir ini pastikan Anda memperoleh bukti pembayaran Bukti Penerimaan Negara (BPN) karena dokumen inilah yang menjadi dokumen sah pembayaran Anda.

Dan terakhir yang perlu ditekankan “Mulai 1 Juli 2016 wajib menggunakan MPN G2”. Jadi kudu mulai belajar dari sekarang lho biar gak kaget, hehe. Sekian semoga bermanfaat dan terima kasih.

Padang, 05 Juni 2016

mascah

November 7, 2011

Sri Mulyani Puji RI Makin Penting dalam Percaturan Global

Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Saat bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Direktur Bank Dunia Sri Mulyani mengatakan saat ini posisi Indonesia semakin penting dalam percaturan global.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance usai bertemu dengan Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (7/11/2011).

“Tadi ketika bertemu Menkeu (Agus Marto), beliau (Sri Mulyani) menyampaikan beberapa hal tentang posisi strategis Indonesia yang semakin penting dalam percaturan global. Tapi Indonesia tetap harus mewaspadai potensi dampak dari gejolak dunia akibat krisis di berbagai kawasan seperti Eropa, betapapun kecilnya,” tutur Rahmat.

Selain itu, Sri Mulyani juga menyampaikan agar Indonesia mulai memikirkan kebijakan ‘Green Growth’ dalam pembangunan ekonominya.

Rahmat mengatakan, Sri Mulyani akan menjadi pembicara dalam acara pertemuan menteri keuangan se-ASEAN di hotel Shangri-La besok. Tema pertemuan tersebut adalah: Growth and Resiliency: The ASEAN Story.

Sri Mulyani di kantor Kemenkeu bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Menkeu Mahendra Siregar, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, dan Rahmat Waluyanto.

Sri Mulyani sempat mengatakan, ASEAN menjadi salah satu kawasan yang diharapkan masih bisa menjaga diri dari imbas krisis global.

(dnl/hen)

October 29, 2011

Perkiraan 2012: Bursa Sangat Fluktuatif

Edna C Pattisina | Nasru Alam Aziz | Sabtu, 29 Oktober 2011 | 12:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bursa dunia diperkirakan akan mengalami kecenderungan fluktuatif selama tahun 2012. Pasalnya, bursa akan lebih ditentukan oleh keputusan-keputusan politik yang mencicil solusi ekonomi.

Hal ini disampaikan Michael Tjoajadi, Presdir PT Schroders Investment Management Indonesia, Sabtu (29/10/2011), dalam acara temu wicara Share and Learn Harian Kontan dengan tema “Reksadana Tetap Profit di Masa Sulit”.

Michael mencontohkan, antusiasme pasar yang melonjakkan indeks beberapa bursa asing di Eropa dan Amerika Serikat akibat hasil pertemuan para pemimpin Eropa tentang pemotongan utang Yunani, Kamis lalu. Antusiasme ini merosot hanya sehari kemudian ketika ada beberapa pendapat yang mempertanyakan keputusan tersebut.

“Solusi yang dihasilkan akan bersifat sedikit demi sedikit tidak akan menyelesaikan masalah secara umum,” kata Michael.

Akibatnya, pola 2012 akan terjadi kenaikan sedikit dilanjutkan penurunan, lalu naik lagi, begitu seterusnya.

Michael mengemukakan, karena Uni Eropa memiliki kekuatan dan kebijakan fiskal yang berbeda-beda hal ini membuat sulit mengatasi krisis Eropa. Sementara, Indonesia masih dipandang secara optimististis mengingat 60 persen ekonomi digerakan oleh konsumsi dalam negeri.

Sementara Rudiyanto selaku Senior Research Analyst PT Infovesta menyoroti bahwa bagi investor, saat yang paling tepat untuk investasi reksadana pada saat ini adalah ketika Indeks Harga Saham Gabungan berada di bawah 3700. “Karena fundamental kita bagus,” ujarnya.

October 29, 2011

Dana Otsus Papua Naik 23 Persen

Kistyarini | Sabtu, 29 Oktober 2011 | 12:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menjelaskan, pada tahun 2012, dana otonomi khusus (otsus) Papua naik dibanding tahun sebelumnya.

DPR dan pemerintah, katanya, telah menyetujui,  mengalokasikan dana otsus untuk Provinsi Papua sebesar Rp 3,83 triliun dan Papua Barat sebesar Rp 1,64 triliun, seperti tertuang dalam UU APBN tahun 2012 yang disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, Jumat (28/10/2011) kemarin.

“Pemerintah juga akan mengalokasikan dana tambahan infrastruktur untuk Papua sejumlah Rp 571,4 miliar dan Papua Barat sebanyak Rp 428,6 miliar,” ujar Ramadhan, Sabtu (29/10/2011).

Kenaikannya, ucap Ramadhan, sekitar 23 persen dibanding tahun 2011, di mana pemerintah menganggarkan Rp 3,10 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 1,33 triliun untuk Papua Barat.

Sementara total dana otsus yang disalurkan pemerintah pusat ke Provinsi Papua dan Papua Barat sejak 2002 sampai 2010, jelasnya,  tercatat mencapai Rp 28,84 triliun.