Archive for ‘reportaseku’

March 13, 2016

Berasa Ngartis

Hari Bakti Perbendaharaan memang sudah diperingati pada Januari lalu. Namun demikian nuansa hari jadi Perbendaharaan ini masih terasa sampai Maret ini. Oya, kenapa Hari Bakti Perbendaharaan diperingati pada bulan Januari? Ini dikarenakan pada tanggal 14 Januari adalah tanggal di mana ditetapkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang menjadi awal terbentuknya Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Sekarang mari kita bahas masalah “ngartis”-nya, hehe. Di bulan Maret ini ada lomba paduan suara masih dalam rangka Hari Bakti Perbendaharaan. Setiap Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan mengirimkan dua grup paduan suara terbaiknya dalam bentuk video. Nah, karena di Kanwil Prov. Sumatera Barat pegawai paling banyak ada di Kanwil dan KPPN Padang maka dua kantor ini yang maju untuk berjuang. Dengan sangat p.e.d.e. kami, pegawai KPPN Padang berlatih paduan suara dengan segenap tenaga. Karena sudah pasti juara pertama ada di tangan, di tangan pemenang :mrgreen:

Singkat cerita karena memang tidak semua pegawai punya dasar menyanyi yang mumpuni jadilah kita mendatangkan pelatih. Jam kerja yang tadinya sampai pukul lima sore jadi pukul 6 sore karena ditambah latihan. Praktis yang mau latihan tenis di sore hari libur dulu selama dua minggu #duhdek

Ada dua lagu yang akan kita nyanyikan, pertama lagu wajib Mars Perbendaharaan dan kedua lagu minang berjudul Kambanglah bungo. Bagi yang belum tau liriknya ini nih saya kasih.

read more »

August 11, 2015

Batu Malin Kundang

Kawan-kawan pasti tidak asing dengan legenda Malin Kundang. Iya, seorang yang durhaka kepada ibunya karena kesuksesannya. Singkat cerita di akhir cerita si ibu tadi mengutuk si Malin menjadi batu. Batu legenda Malin Kundang dapat kita jumpai di Padang tepatnya di Pantai Air Manis, Padang. Dari pusat Kota Padang perjalanan ke Air Manis dapat kita tempuh kira-kira setengah jam mengendarai motor atau mobil atau sekitar 13 km.

Jalan menuju Pantai Air Manis ini agak sedikit menanjak di awal dan akhir jadi siapkan pake gigi 1 atau 2. Karena motor saya sudah agak butut mau gak mau harus pake gigi 1 di tanjakan awal dan akhir, hehe. Sebelum sampai di pantainya kita bakal disuguhkan pemandangan yang cukup indah. Bisa deh mampir sekadar berfoto/selfi ria :mrgreen:

Panorama Sebelum Pantai Air Manis

Pemandangan Sebelum Pantai Air Manis

Di areal masuk tempat wisata mungkin nanti bakal ditarik retribusi, tapi penampakannya kayak tukang palak sih. Kita kemaren naik motor dua orang ditarik 10 ribu rupiah. Biaya itu terpisah dari parkir kendaraan, kalo motor ditarik 5 ribu rupiah, entah kalo mobil.

Untuk mencapai Batu Malin Kundang bisa berjalan kaki atau naik kendaraan untuk mendekati lokasi. Untuk pengendara motor disarankan untuk memarkir kendaraan sewaktu mau masuk pantai dan jalan kaki soalnya jalannya becek agak sulit untuk motor, kalo mobil bisa lah. Jalannya juga gak terlalu jauh kok, gak sampai 1 km :p

read more »

August 9, 2015

Pantai Padang

Pantai Padang bisa dibilang tempat wisata terdekat dari pusat Kota Padang. Hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Gubernur Sumatera Barat. Kalau dari kantor saya sekitar 2,5 kilometer lah… Pemerintah Sumatera Barat Khususnya Pemerintah Kota Padang sepertinya sedang berbenah agar Pantai Padang ini menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang. Salah satu usahanya yakni pembangunan semacam, aduh apa disebutnya ya… Pokoknya tempat tinggi buat lihat pemandangan ke lautnya lah, tapi bukan menara.

Danau Cimpago

Danau Cimpago

Pantainya ada di seberang/belakang bangunan itu. Di belakangnya masih ada jalan raya sih, setelah itu warung-warung, pantai, baru lautnya,,hehe. Kalo yang seperti sungai itu biasa disebut Danau Cimpago. Entah bagaimana asal muasalnya saya juga kurang paham. Tapi kawan, sebelum bangunan ini berdiri danau ini kumuhnya minta ampun. Pokoknya kayak TPU (#bukantempatpemungutansuara) deh. Aseli jorok. Mungkin kalo dulu makan di pinggiran danau situ makanan bakalan nyangkut gak ketelen #lebay. Alhamdulillah danau ini sekarang sudah berangsur mulai bersih, meskipun masih ada aja yang buang sampah sembarangan, hoho…

read more »

June 27, 2015

Balimau

“Balimau”, kata itu baru saya dengar sehari sebelum 1 Romadhon 1436 H di kantor. Tahun ini menjadi tahun pertama saya berpuasa di tanah minang. Saat itu sistem pusat kami memang sempat down sehingga pelayanan terhadap satker menjadi terganggu. Kemudian ada selentingan dari salah seorang pegawai, “Ya udah pulang ajalah balimau, hehe”. Salah satu tradisi unik menjelang romadhon di sini adalah balimau. Simpelnya balimau adalah mandi untuk menyucikan diri menjelang romadhon. Yang membuat unik adalah mandinya tidak dilakukan di kamar mandi masing-masing. Lha terus di mana dong? Hehe. Mandinya di kali atau sungai. Kenapa harus di kali? Saya juga gak tau :mrgreen:
Menurut wikipedia Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Nah, tradisi ini kabarnya sudah berlangsung selama berabad-abad dan diwariskan turun-temurun (
Istilah Balimau sendiri berasal dari kata limau (jeruk nipis) yang saat itu digunakan sebagai pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau yang karena sifatnya melarutkan minyak atau keringat di badan. Sedangkan latar belakang Balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan romadhon, sesuai dengan ajaran agama islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Secara lahir, menyucikan diri adalah mandi yang bersih (
Itulah sedikit ulasan mengenai tradisi unik di tanah minang menjelang romadhon yang saya temui. Semoga bermanfaat menambah wawasan kawan-kawan sekalian.
Mascah
27 Juni 2015/11 Romadhon 1436 H

sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Balimau

April 25, 2015

Jaman Watu

Sedikit latah mengenai tren yang fenomenal belakangan ini, sampai sekarang masih juga sih. Entah sejak kapan dimulainya, atau saya saja yang kuper dan baru sadar. Sepanjang jalan di Kota Padang mudah sekali dijumpai para penjaja batu, pengasah batu, dan tentu saja pecinta batu. Bahkan orang-orang di kantor saya di badannya pada nempel aksesoris dari batu. Ada cincin yang segede gaban, liontin, gelang, sampai gesper ikat pinggang.

Saya sendiri mulai sadar akan kehadiran zaman batu ketika awal tahun 2015. Ketika itu ada tim pendampingan dari kantor pusat datang ke kantor saya. Mas Luthfiy salah satunya, wajahnya mirip sekali sama om Indro (Warkop DKI), serius lho,,heheh… Dia ini yang paling rajin berburu batu akik di Padang dibanding temannya yang lain. Kantor semakin heboh liat-liatan batu akik semenjak kehadirannya (atau mungkin saya yang baru nyadar, kemane aje gue… XD). Ketika itu jujur saya masih gak ngerti aseli apa yang dicari orang-orang dari batu. Harganya mahal-mahal pula.

Makin ke sini makin penasaran, sakjane opo to sing digoleki wong-wong ki jane, barang ora kena dipangan wae dituku, beh..beh.. Saking penasarannya saya mulai iseng ikut-ikutan orang lihat batu bongkahan yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan. Masih gak ngerti. Lihat-lihat batu akik yang sudah jadi juga. Masih gak ngeri juga. Sampai saya pernah update status di media sosial tentang batu akik, terus ada yang komen dan ngasih link bertajuk “monkey business” yang intinya bisnis ini gak akan bertahan lama dan hanya menguntungkan sebagian pihak saja di kemudian hari. Dan kemudian saya sepakat.

Lambat laun entah mengapa saya mulai tertarik dengan batu akik. Ada juga nilai seni dari batu akik rupanya. Terutama motif-motif yang secara alami terbuat dari alam. Ah, boleh lah beli satu atau dua biji buat kenang-kenangan, itung-itung meramaikan zaman batu pikir saya, hehe. Mulai dari sinilah saya iseng-iseng ikutan berburu batu, haha. :mrgreen:

Batu akik yang populer saat ini termasuk batu bacan, safir, zamrud, ruby, giok, kecubung, dan masih banyak lagi merupakan salah satu mineral yang terbentuk dari proses yang panjang. Hampir semua mineral dan batuan yang ada di muka bumi termasuk batu akik ini, berasal dari magma cair yang ada di dalam perut bumi, dengan kedalaman lebih dari 160 km dari permukaan tanah. Proses hidrotermal membentuk magma menjadi mineral atau batuan. Bila

read more »

July 10, 2014

Quick Count Kok Beda!

Rabu, 9 Juli 2014, Republik ini telah menyelenggarakan pesta demokrasi untuk menentukan presiden dan wakil presiden yang akan memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Menurut saya pribadi pemilihan presiden (pilpres) kali ini adalah yang paling dramatis yang pernah saya temui di tanah air, maklum ini kesempatan pertama kali saya untuk ikut serta dalam pilpres meski akhirnya harus masuk pihak yang golput (golongan putih) karena tidak bisa menyalurkan hak suara di perantauan.

Pelaksanaan kampanye pilpres kali ini berjalan begitu menegangkan karena rakyat terpolarisasi menjadi dua kubu capres dan cawapres (satu atau dua kau, pilih yang mana?). Ditambah lagi peran dunia maya sekarang ini begitu dahsyat di mana banyak terjadi black campaign di berbagai media. Kawan bisa jadi musuh, musuh bisa jadi kawan, yang tetap kawanan dan tetap musuhan juga masih ada kok tenang saja.

Ketegangan dalam agenda lima tahunan negeri ini tidak terhenti sampai kampanye saja, pascapemilihan pun suasana masih diliputi ketegangan dikarenakan masing-masing pasangan capres dan cawapres mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang berdasarkan hitungan cepat atau quick count yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga survei dengan hasil yang berbeda. Empat lembaga survei memenangkan pasangan nomor satu sedangkan tujuh lembaga survei memenangkan pasangan nomor dua. Apa itu metode quick count? Bagaimana sebenarnya proses quick count itu? Kenapa hasilnya bisa berbeda? Hal ini membuat saya tergelitik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai quick count.

Metode quick count adalah sebuah cara atau proses perhitungan cepat hasil pemilu dengan menggunakan metode sampling dan kemampuan teknologi komunikasi. Quick count lahir dari kebutuhan untuk menjaga agar penghitungan suara pemilu tidak curang. Kalaupun ada kecurangan, diharapkan tidak mengubah siapa yang seharusnya menang atau kalah. Kalau hasil quick count tidak berbeda secara berarti dengan hasil KPU (Komisi Pemilihan Umum) maka kita akan yakin bahwa penghitungan hasil pemilu berlangsung secara benar, tidak ada kecurangan yang berarti. Tapi bila terjadi perbedaan yang signifikan antara hasil quick count dengan hasil penghitungan KPU maka salah satunya pasti salah. Ini bisa menjadi bahan dilakukannya penyelidikan lebih lanjut untuk menegakan kebenaran dari hasil pemilu.

read more »

November 19, 2011

Peregangan Sebelum Ujian Tengah Semester 5

Bintaro–Sabtu (19/11/2011) Ya, hari ini adalah H-2 menjelang ujian tengah semester 5. Seluruh mahasiswa STAN sudah barang tentu mulai disibukkan untuk mempersiapkan dengan sebaik-baiknya ujian yang akan dihadapi sebentar lagi. Bagi mahasiswa yang sudah belajar dengan serius mulai awal semester tentu lebih giat lagi belajarnya, begitu pula yang tidak terlalu serius belajar sebelumnya tidak mau kalah juga. Namun, selain amunisi ilmu yang kita persiapkan, perlu juga kiranya kita juga menjaga kondisi dan daya tahan tubuh kita.

Pagi ini, kurang lebih sekitar 05.30 saya dengan salah seorang teman saya, Mustofa namanya (jangan tanya nama lengkapnya ya karena itu udah lengkap, hehe) memutuskan untuk jogging seperti biasanya, ya maklum daripada gak pernah olah raga mending sesekali jogging biar sehat gitu itung2 buat bikin seger sebelum ujian, hehe. Setelah sedikit pemanasan kita memulai jogging dari kampus tercinta, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang berada di Bintaro sektor 5 kemudian menuju

read more »

November 12, 2011

EKSISMA JABODETABEK

Pancoran, Jakarta Selatan–(23/10/2011) Komplek TNI AU TRILOKA Pancoran menjadi tempat ajang silaturahim bagi alumnus SMAN 1 Kediri yang berdomisili atau menempuh pendidikan di kawasan Jabodetabek. Acara terangkum dalam ‘Halal bi Halal Palmturi Jabodetabek’. Acara mayoritas dihadiri oleh alumnus yang sudah punya karier dan berkeluarga. Ada pun segelintir mahasiswa yang hadir adalah dari kampus IPB, STAN, STIS, dan UI (lihat foto di samping). Namun, sedikitnya mahasiswa yang hadir tidak menyurutkan niat pembentukan wadah bagi mahasiswa Jabodetabek yang merupakan alumnus SMAN 1 Kediri. Pada hari itu pula langsung terbentuk kepengurusan Eksisma Jabodetabek yang diketuai oleh mas Mudho Saksono dan wakil ketua Mohamad Afif.

Semoga untuk ke depannya melalui Esisma Jabodetabek ini lahir para pemuda dan calon pemimpin harapan agama, bangsa, negara, dan juga mertua (#eh)…. 🙂

November 2, 2011

Perpustakaan IMMSI dan Mentoring Fair 2011

Jurangmangu Timur– Rabu (2/11/2011) kampus Ali Wardhana STAN kembali diramaikan oleh kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan kali ini adalah dalam rangka penyelenggaraan ‘Mentoring Fair’ yang merupakan program kerja dari Masjid Baitul Mal (MBM) STAN. Tujuan dari penyelenggaraan kegitan ini adalah mensosialisasikan kegiatan mentoring dan juga memfasilitasi mahasiswa yang belum memiliki kelompok mentoring agar dapat mengikuti kegitan mentoring. Acara ini diramaikan pula oleh Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) yang mendirikan stand-stand di tempat berlangsungnya acara yakni sekitar Kanopi Gedung CD. Cukup bervariasi barang yang ditawarkan oleh IMM tersebut mulai dari makanan ringan (donat), minuman, kaos, mading untuk sekadar baca-baca, hingga perpustakaan termasuk Perpustakaan IMMSI (Ikatan Mahasiswa Muslim Akuntasi) seperti yang ditunjukkan oleh gambar di samping.

Untuk kepengurusan 2011/ 2012 Perpustakaan IMMSI hingga saat ini sudah berjalan lebih kurang sebanyak tiga kali di kampus. Perpustakaan IMMSI menawarkan berbagai macam buku dan majalah islami sebagai penambah khazanah kita terhadap Ilmu-ilmu agama Islam. Tak ketinggalan Perpustakaan IMMSI juga membagikan berbagai

read more »